DWP Lombok Timur Gandeng Densus 88 Cegah IRET

DWP Lombok Timur bersama Satgas Wilayah NTB Densus 88 Antiteror Polri berfoto bersama usai kegiatan sosialisasi pencegahan paham IRET di Gedung Wanita Selong, Selasa (11/8/2026).
LOMBOK TIMUR (Lombokepo) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lombok Timur menggandeng Satgas Wilayah NTB Densus 88 Antiteror Polri menggelar sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme (IRET).
Kegiatan bertajuk “Diseminasi Perkuat Peran Ibu dalam Menjaga Anak dari Bahaya IRET, TCC dan NVE di Media Sosial secara Kolaboratif” tersebut berlangsung di Gedung Wanita Selong, Lombok Timur, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai organisasi. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya orang tua, mengenai bahaya paham IRET yang berpotensi menyasar generasi muda melalui ruang digital.
Perwakilan Satgas Wilayah NTB Densus 88 Antiteror Polri, Ipda Embun Hariadi, mengatakan pencegahan IRET melalui program Gentara Nusa 2026 menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan generasi muda terhadap penyebaran paham ekstremisme, terutama di ruang digital.
Menurutnya, IRET merupakan singkatan dari Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme. Pencegahannya perlu dilakukan melalui pendekatan edukasi dan penguatan literasi digital, khususnya bagi generasi muda.
“Pola penyebaran paham terorisme saat ini mengalami perubahan. Jika sebelumnya banyak dilakukan secara langsung, kini kelompok tersebut memanfaatkan media sosial sebagai sarana propaganda dan perekrutan,” tegas Embun.
Ia menjelaskan, pendekatan pencegahan melalui edukasi menjadi penting karena remaja merupakan kelompok yang aktif menggunakan media sosial. Karena itu, kemampuan literasi digital dan berpikir kritis diperlukan agar generasi muda mampu menyaring informasi yang diterimanya.
Baca Juga: GOW Lotim Sosialisasikan Pencegahan Paham IRET Bersama Densus 88
Selain lingkungan pendidikan dan masyarakat, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mencegah anak terpapar paham IRET. Orang tua diharapkan memberikan pendampingan dan bimbingan secara berkelanjutan terhadap aktivitas anak di ruang digital.
“Peranan orang tua sangat dibutuhkan untuk memberikan bimbingan yang kontinu agar tidak terpapar paham IRET,” ujarnya.
Embun juga mengapresiasi langkah Dharma Wanita Persatuan Lombok Timur yang ikut mengambil peran dalam upaya pencegahan paham IRET melalui kegiatan edukasi tersebut.
“Sangat kami apresiasi apa yang dilakukan Dharma Wanita Persatuan dengan sosialisasi pencegahan paham IRET,” pungkasnya.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar