Miq Iqbal Akselerasi SMK Berbasis Industri

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal berswafoto bersama siswa SMK Mitra Industri MM2100 usai meninjau penerapan pendidikan vokasi berbasis industri dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8/2026).
BEKASI (Lombokepo) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mempercepat transformasi pendidikan vokasi melalui penguatan kemitraan antara sekolah dan dunia industri. Langkah ini menjadi strategi menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Baca Juga: Wagub NTB Dorong Pemuda Jadi Penggerak Pendidikan
Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal saat mengunjungi SMK Mitra Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8/2026). Gubernur didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan, serta Kepala SMKN 5 Mataram.
Selama hampir tiga jam, rombongan mengamati penerapan Teaching Factory (TEFA), Project Based Learning (PBL), proses pembelajaran berbasis industri, hingga strategi sekolah dalam mempersiapkan siswa mengikuti program magang dan penempatan kerja ke Jepang maupun Jerman.
Rombongan juga meninjau bengkel praktik, laboratorium, serta berbagai fasilitas pembelajaran yang dirancang menyerupai lingkungan kerja sesungguhnya.
Menurut Miq Iqbal, tantangan utama pendidikan vokasi bukan minimnya lapangan pekerjaan, melainkan masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.
"Lapangan kerja itu selalu ada. Yang perlu kita benahi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Di situlah pentingnya membangun link and match yang nyata, bukan sekadar slogan," tegasnya.
Ia menekankan pendidikan vokasi harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki disiplin, etos kerja, kemampuan beradaptasi, dan budaya kerja sesuai standar perusahaan modern.
"Ketika masuk ke dunia industri, anak-anak kita tidak boleh lagi mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. Karakter, disiplin, dan etos kerja harus dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah," ujarnya.
Model SMK Berbasis Industri Jadi Rujukan
SMK Mitra Industri MM2100 dikenal sebagai salah satu sekolah vokasi rujukan nasional. Berlokasi di kawasan industri MM2100, sekolah ini didukung asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan-perusahaan besar sehingga kurikulum, kompetensi, hingga sistem evaluasi disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha dan dunia industri.
Selain memiliki fasilitas Teaching Factory (TEFA), sekolah tersebut juga mengintegrasikan pendidikan karakter, budaya industri, serta lembaga pelatihan kerja berlisensi Sending Organization (SO) yang membuka akses kerja ke luar negeri tanpa melalui lembaga perantara.
Model pendidikan tersebut menghasilkan tingkat penyerapan lulusan yang sangat tinggi. Hampir seluruh lulusan setiap tahun langsung bekerja di berbagai perusahaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Gubernur menilai praktik baik tersebut layak menjadi inspirasi bagi pengembangan SMK di NTB.
"Di NTB sebenarnya kita sudah memiliki fondasi yang baik, seperti Komatsu School Welding dan UT School. Ke depan, model-model seperti ini harus kita perbanyak agar lulusan SMK benar-benar siap memasuki dunia kerja," katanya.
NTB Siapkan Kerja Sama Pengembangan SMK
Sebagai tindak lanjut, Miq Iqbal mengungkapkan telah mengundang pendiri beserta manajemen SMK Mitra Industri MM2100 untuk berkunjung ke NTB guna membahas kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan pendidikan vokasi.
Kerja sama tersebut meliputi supervisi dan pendampingan pengembangan SMK berbasis industri, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pengembangan budaya kerja sekolah, hingga integrasi dengan lembaga pelatihan kerja yang membuka akses penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemprov NTB berharap semakin banyak SMK berkembang menjadi SMK Go Global, yakni sekolah vokasi yang mampu menghasilkan lulusan berstandar industri nasional maupun internasional.
Bagi Pemprov NTB, transformasi pendidikan vokasi bukan sekadar meningkatkan angka kelulusan, tetapi memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi, karakter, dan daya saing yang dibutuhkan dunia kerja. Dengan memperkuat kemitraan antara sekolah, industri, dan lembaga pelatihan kerja, NTB ingin membangun ekosistem pendidikan vokasi yang mampu mencetak tenaga kerja profesional sekaligus mengurangi pengangguran lulusan SMK secara berkelanjutan.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Posting Komentar