Miq Iqbal Bekali Calon PMI NTB dengan Budaya Kerja Jepang

Daftar Isi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membuka Pelatihan Tahap I Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026 bagi calon PMI NTB di BPSDM NTB.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan arahan saat membuka Pelatihan Tahap I Pra-Pemberangkatan Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026 yang diikuti 46 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat di BPSDM NTB, Senin (3/8/2026).

MATARAM (Lombokepo) – Sebanyak 46 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat mengikuti pelatihan tahap pertama Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026. Peserta yang dinyatakan lulus akan melanjutkan pelatihan nasional tahap kedua di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan di Bekasi.

Baca Juga: Pemprov NTB Siapkan KUR untuk Calon PMI

Miq Iqbal Tekankan Disiplin bagi Calon PMI NTB

Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa setiap peserta harus terus meningkatkan kemampuan selama mengikuti pelatihan, baik dari sisi fisik, keterampilan, disiplin, maupun kemampuan berbahasa Jepang.

"Ke depan semuanya harus mengalami progres. Jangan sampai mengalami penurunan. Yang bisa membuat kalian turun adalah merasa puas sebelum waktunya. Jadi jangan cepat puas, teruslah bekerja," tegas Miq Iqbal saat membuka Pelatihan Tahap I Pra-Pemberangkatan Program Pemagangan ke Jepang Angkatan 2026 di Ruang Kompetensi BPSDM NTB, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, dukungan Pemerintah Provinsi NTB terhadap program pemagangan bukan sekadar membantu masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan di luar negeri. Lebih dari itu, pemerintah ingin para peserta mampu memanfaatkan hasil kerja mereka untuk membangun masa depan yang lebih baik.

"Setelah pulang nanti, penghasilan yang diperoleh harus diarahkan untuk hal-hal produktif. Bangun keluarga, tingkatkan kesejahteraan, dan ciptakan keberlanjutan untuk jangka panjang," ujarnya.

Ia berharap generasi mendatang memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding generasi saat ini. Karena itu, para calon PMI diminta mampu mengelola waktu dan keuangan dengan bijak.

"Setiap sen yang kalian hasilkan adalah alat untuk investasi masa depan. Jangan sampai uang itu habis hanya untuk gaya hidup," pesannya.

Selain itu, Miq Iqbal menekankan pentingnya membawa pulang budaya kerja Jepang yang dikenal disiplin, memiliki etos kerja tinggi, dan menjunjung sopan santun.

"Semakin banyak orang mencintai dan menghormati disiplin, maka disiplin akan menjadi budaya utama di masyarakat," katanya.

PMI Diminta Kelola Penghasilan Secara Produktif

Ia juga mendorong para calon PMI meningkatkan literasi keuangan agar penghasilan yang diperoleh dapat dikelola secara produktif. Salah satu skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI melalui Bank NTB Syariah.

Baca Juga: Bank NTB Syariah Gandeng Universitas Bumigora Percepat Digitalisasi Keuangan

"Ketika kembali ke Indonesia, gunakan uang untuk sesuatu yang produktif. Kondisi kalian harus lebih baik dibanding saat berangkat. Miliki rumah, tanah produktif, atau usaha. Jangan habiskan untuk hal-hal konsumtif," ujarnya.

Peserta Jalani Sejumlah Tahapan Evaluasi

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Dr. Aidy Furqan, menjelaskan bahwa pelatihan tahap pertama bertujuan membekali peserta dengan kemampuan dasar bahasa Jepang, pemahaman budaya dan etika kerja, pengenalan jenis pekerjaan, kesiapan fisik, kompetensi, mental, disiplin, serta etos kerja.

Selama pelatihan, peserta akan menjalani sejumlah tahapan evaluasi, meliputi kemampuan bahasa Jepang, tes fisik, dan penilaian kompetensi.

"Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar mampu memberikan kemampuan terbaik dan tidak tereliminasi," kata Aidy.

Peserta yang lolos pelatihan nasional tahap kedua dijadwalkan berangkat ke Jepang pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027 dengan masa pemagangan selama tiga tahun. Bagi peserta yang menunjukkan prestasi dan potensi tinggi, masa pemagangan dapat diperpanjang hingga lima tahun.

"Mereka kami harapkan menjadi duta NTB untuk mewujudkan dan menyuarakan visi Nusa Tenggara Barat yang Makmur Mendunia," tutup Aidy.

Program pemagangan ke Jepang menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mencetak pekerja migran yang kompeten, disiplin, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah setelah kembali ke tanah air.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat. Publisher: PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar