Kripto Tak Lagi Sekadar Harga, Ini Kunci Memahami Masa Depannya

Daftar Isi

JAKARTA (Lombokepo) – Kripto tidak lagi cukup dipahami hanya dari pergerakan harga. Seiring industri aset digital semakin berkembang, pemahaman mengenai risiko, strategi investasi, hingga peran teknologi blockchain dalam sistem keuangan menjadi semakin penting, terutama bagi investor pemula.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam fireside session bertajuk “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance” pada BINUS Crypto Week 2026. Sesi ini menghadirkan Founder Crypstock Andy Lynn dan CEO & Founder FLOQ Yudhono Rawis.

Baca Juga: BINUS Business School Pertahankan Posisi #1 Indonesia

Andy membawa perspektif dari sisi edukasi dan pengalaman investor, sedangkan Yudho membahas perkembangan kripto dari perspektif industri serta hubungannya dengan sistem keuangan yang lebih luas.

Investor Pemula Perlu Memahami Market

Sebagai praktisi yang telah aktif di pasar kripto sejak 2017, Andy menekankan pentingnya memahami market, risiko, dan strategi secara bertahap.

Menurut Andy, tantangan utama investor baru bukan sekadar menentukan aset yang dianggap berpotensi naik, tetapi memahami bagaimana pasar bekerja.

“Buat yang baru masuk kripto, jangan mulai dari pertanyaan ‘coin apa yang harus dibeli’, tapi mulai dari memahami market-nya dulu. Pelajari risikonya, kenali karakter asetnya, lalu bangun strategi yang sesuai dengan profil masing-masing,” kata Andy.

Pengalaman melewati sejumlah siklus pasar, termasuk periode bearish 2018 dan berbagai fase volatilitas setelahnya, menjadi bagian dari perspektif yang dibagikannya kepada investor pemula.

Menurut Andy, semakin mudahnya akses terhadap aset kripto seperti Bitcoin juga membuat kemampuan menyaring informasi menjadi semakin penting.

“Informasi di kripto sangat cepat dan banyak. Karena itu, pemula perlu punya fondasi supaya tidak hanya mengikuti hype atau keputusan orang lain. Kalau fondasinya kuat, kita bisa mengambil keputusan dengan lebih rasional,” tambahnya.

Masa Depan Kripto Mengarah ke Utilitas dan Integrasi Keuangan

Sementara itu, Yudho melihat perkembangan kripto dari perspektif industri. Menurutnya, ruang pertumbuhan aset digital masih terbuka karena ukuran pasar kripto global masih relatif kecil dibandingkan pasar keuangan tradisional.

Namun, ia menilai fase pertumbuhan berikutnya akan berbeda dari siklus sebelumnya.

“Kripto masih sangat menarik karena secara ukuran market masih jauh lebih kecil dibandingkan traditional equity market. Jadi ruang pertumbuhannya masih ada. Tetapi future-nya akan berbeda, bukan lagi sekadar cerita get rich quick,” ujar Yudho.

Menurut Yudho, regulasi dan integrasi antara aset digital dengan produk keuangan konvensional dapat menjadi bagian penting dalam perkembangan industri ke depan.

Ia mencontohkan perkembangan produk ETF kripto, pembayaran berbasis aset digital, hingga tokenisasi.

“Regulasi justru bisa menjadi katalis. Kita sekarang melihat ETF, crypto payment, sampai tokenisasi mulai berkembang. Ini menunjukkan bahwa kripto perlahan menjadi bagian dari ekosistem keuangan yang lebih besar,” jelasnya.

Tokenisasi juga menjadi salah satu perkembangan yang menurut Yudho perlu diperhatikan karena teknologi blockchain memungkinkan aset tradisional direpresentasikan dalam bentuk digital.

“Traditional market akan tetap tumbuh, tetapi blockchain menciptakan cara baru untuk mengakses dan memperdagangkan aset. Di sini saya melihat tokenisasi punya peran besar untuk fase berikutnya,” katanya.

Dari Mengejar Tren ke Perspektif Jangka Panjang

Diskusi Andy dan Yudho memperlihatkan dua aspek yang saling berkaitan dalam perkembangan industri kripto.

Bagi investor, literasi dan manajemen risiko menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan. Sementara dari sisi industri, perkembangan teknologi, regulasi, dan integrasi dengan sistem keuangan menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi arah perkembangan aset digital.

Yudho menilai peluang di pasar kripto tetap terbuka, meski investor perlu menyesuaikan ekspektasi dengan perkembangan industri yang semakin matang.

“Masih ada chance, tapi mungkin tidak akan semasif seperti dulu. Karena itu, menurut saya pendekatannya harus berubah. Stay for the long game,” terangnya.

BINUS Crypto Week 2026 menghadirkan sejumlah agenda edukasi mengenai cryptocurrency, blockchain, dan perkembangan ekosistem Web3. Agenda tersebut juga membahas literasi keuangan, perbedaan investasi dan spekulasi, serta pemahaman dasar yang perlu dimiliki pengguna baru sebelum masuk ke pasar aset digital.

Melalui sesi “Crypto for Beginners: Exploring the Future of Finance”, pembahasan tidak hanya berfokus pada potensi pertumbuhan kripto, tetapi juga pada pentingnya literasi, pemahaman risiko, dan perspektif jangka panjang dalam mengikuti perkembangan industri aset digital.

Artikel ini dipublikasikan melalui kerja sama penyediaan rilis berita dengan VRITIMES.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo adalah media online Nusa Tenggara Barat yang menyajikan berita terkini seputar NTB, pemerintahan, peristiwa, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Diterbitkan oleh PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari