MotoGP 2026, KAMMI NTB Harap Kondusivitas Wilayah Tetap Terjaga

Daftar Isi
Ketua Umum PW KAMMI NTB Irwan Julkarnain terkait keamanan dan pemerataan dampak ekonomi MotoGP Mandalika 2026.

Ketua Umum PW KAMMI NTB, Irwan Julkarnain. Foto diolah menggunakan AI.

NTB (Lombokepo) – Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Nusa Tenggara Barat (NTB) berharap kondusivitas wilayah tetap terjaga saat pelaksanaan Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP 2026) di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

KAMMI NTB Ajak Warga Jaga Keamanan MotoGP 2026

Ketua Umum PW KAMMI NTB, Irwan Julkarnain, menilai keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran ajang balap motor internasional tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Menurut Irwan, pelaksanaan MotoGP tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan olahraga bertaraf internasional, tetapi juga menyangkut kesempatan masyarakat NTB untuk memperoleh manfaat sosial dan ekonomi dari kegiatan tersebut.

“Kondusivitas wilayah adalah modal dasar bagi perputaran ekonomi warga selama event berlangsung. Karena itu, kami mendukung upaya penegakan hukum dan pengamanan yang proporsional demi menjamin rasa aman bagi masyarakat NTB maupun para pengunjung,” demikian pernyataan Irwan dalam keterangan yang disampaikan melalui WhatsApp, Sabtu (10/10/2026).

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026, Pelaku Usaha Kuliner di Lombok Raup Berkah

Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar menahan diri dari tindakan yang berpotensi memicu konflik horizontal maupun gangguan keamanan. Menurutnya, stabilitas wilayah perlu dijaga bersama agar tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.

PW KAMMI NTB berpandangan bahwa upaya menjaga keamanan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Partisipasi masyarakat, terutama kalangan pemuda, mahasiswa, dan komunitas lokal, dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

“Kami mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, dan komunitas masyarakat untuk aktif secara mandiri menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing demi menjaga marwah daerah,” tegasnya.

KAMMI NTB Soroti Pemerataan Dampak Ekonomi

Di samping persoalan keamanan, PW KAMMI NTB turut menyoroti pentingnya pemerataan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan MotoGP 2026. Organisasi mahasiswa tersebut meminta pemerintah daerah dan penyelenggara memastikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal serta sektor informal memperoleh kesempatan untuk terlibat.

Irwan menilai, keberhasilan penyelenggaraan ajang internasional semestinya tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat setempat dapat merasakan manfaatnya.

“Kami mendesak penyelenggara dan pemerintah daerah agar memastikan momentum yang aman ini benar-benar membuka akses seluas-luasnya bagi pelaku UMKM lokal dan sektor informal, bukan hanya menguntungkan korporasi besar,” ujarnya.

Menurut PW KAMMI NTB, situasi yang aman dan tertib perlu berjalan beriringan dengan upaya memperluas kesempatan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, penyelenggaraan MotoGP di Mandalika diharapkan memberikan manfaat yang lebih merata bagi warga NTB.

Organisasi itu juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif agar NTB dapat menyambut penyelenggaraan MotoGP 2026 dengan aman dan tertib.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo adalah media online Nusa Tenggara Barat yang menyajikan berita terkini seputar NTB, pemerintahan, peristiwa, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Diterbitkan oleh PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar