Gelegar Lentera Ramadan 2026 Roadshow NTB, UMKM Naik Kelas dan Syiar Ramadan Makin Merata

Daftar Isi

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi menghadirkan konsep baru dalam perhelatan Ramadan tahun ini melalui Gelegar Lentera Ramadan 2026. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang terpusat di satu lokasi, event Ramadan unggulan daerah kini dikemas dalam format roadshow keliling kabupaten/kota untuk memperluas dampak ekonomi sekaligus memperkuat syiar keagamaan di seluruh wilayah NTB.

Gelegar Lentera Ramadan 2026 Roadshow NTB, UMKM Naik Kelas dan Syiar Ramadan Makin Merata

Pembukaan perdana digelar di Taman Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Kabupaten Lombok Utara, pada Rabu, 25 Februari 2026. Konsep keliling daerah ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mendistribusikan manfaat ekonomi Ramadan agar tidak hanya dirasakan di pusat kota, tetapi juga menyentuh pelaku UMKM di berbagai kabupaten/kota.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa transformasi konsep ini lahir dari semangat pemerataan ekonomi rakyat. Jika sebelumnya semangat pemberdayaan UMKM terpusat dalam Pesona Khazanah Ramadan di kawasan Islamic Center Hubbul Wathan, kini distribusi kegiatan dilakukan secara bergilir agar lebih banyak pelaku usaha lokal merasakan dampak langsung dari tingginya mobilitas masyarakat selama bulan suci.

Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga momen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah. Perputaran transaksi kuliner, fesyen muslim, kriya, hingga produk kreatif meningkat signifikan selama Ramadan. Dengan model roadshow, potensi tersebut dapat tersebar lebih adil antarwilayah.

Rangkaian Gelegar Lentera Ramadan 2026 dijadwalkan berlangsung bertahap, dimulai dari Lombok Utara pada 25 Februari hingga 1 Maret 2026. Selanjutnya kegiatan berlanjut ke Kota Bima pada 2–3 Maret 2026, kemudian ke Lombok Tengah pada 4–8 Maret 2026, dan ditutup kembali di kawasan Islamic Center Hubbul Wathan sebagai pusat kegiatan religius NTB.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menjelaskan bahwa event ini dirancang sebagai kolaborasi lintas sektor. Pemerintah menggandeng Bank NTB Syariah untuk memperkuat dukungan pembiayaan dan transaksi keuangan syariah bagi pelaku UMKM yang terlibat dalam festival.

Konsep besar yang diusung adalah “UMKM Berkah, Masyarakat Bahagia.” Artinya, masyarakat mendapatkan hiburan dan penguatan spiritual, sementara pelaku usaha memperoleh peningkatan omzet dan akses pasar lebih luas. Festival UMKM menjadi salah satu daya tarik utama, menghadirkan produk kuliner khas daerah, busana muslim, kerajinan tangan, hingga produk ekonomi kreatif lokal.

Dari sisi syiar keagamaan, Gelegar Lentera Ramadan 2026 menghadirkan tausiyah inspiratif, lomba keagamaan anak seperti pildacil, adzan, dan tahfidz Al-Qur’an. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang hiburan religi, tetapi juga sarana edukasi dan pembinaan generasi muda agar mencintai Al-Qur’an sejak dini.

Nuansa religius semakin kuat dengan kehadiran musisi religi nasional Opick yang dijadwalkan tampil dalam rangkaian acara. Selain itu, tausiyah juga akan disampaikan oleh Ustadz Faris BQ yang dikenal dengan gaya dakwah inspiratif dan dekat dengan generasi muda. Kombinasi hiburan religi dan penguatan spiritual ini diharapkan menciptakan suasana Ramadan yang khusyuk namun tetap meriah.

Dari perspektif pariwisata dan ekonomi kreatif, event ini menjadi bagian dari strategi besar NTB dalam membangun event berbasis budaya dan religi yang berdampak langsung pada ekonomi daerah. Ramadan diposisikan bukan hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga sebagai kalender event tahunan yang mampu menarik mobilitas masyarakat lintas kabupaten/kota.

Efek berganda (multiplier effect) dari kegiatan ini terlihat dari meningkatnya okupansi penginapan, lonjakan penjualan kuliner, hingga bertambahnya transaksi produk UMKM lokal. Dengan sistem roadshow, potensi tersebut tidak lagi terpusat di satu kota, melainkan menyebar sehingga mendorong pemerataan ekonomi antarwilayah di NTB.

Selain itu, keterlibatan pelaku ekonomi lokal dalam skala lebih luas diharapkan mampu memperkuat branding NTB sebagai daerah dengan ekosistem wisata halal dan ekonomi syariah yang berkembang. Sinergi antara pemerintah, perbankan syariah, pelaku UMKM, komunitas religi, dan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan Gelegar Lentera Ramadan 2026.

Melalui penyelenggaraan ini, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Ramadan yang tidak hanya penuh makna spiritual, tetapi juga produktif secara ekonomi. Roadshow Gelegar Lentera Ramadan 2026 menjadi simbol pemerataan, kolaborasi, dan penguatan identitas daerah berbasis nilai-nilai religius dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Dengan konsep baru yang lebih inklusif dan menyentuh seluruh daerah, Gelegar Lentera Ramadan 2026 diharapkan menjadi model event Ramadan berkelanjutan yang mampu memperkuat UMKM, memperluas syiar Islam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara merata di seluruh NTB.

Penulis: Red*
Editor: Tim Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Dukung Media Independen

Lombokepo berkomitmen menyajikan informasi akurat, berimbang, dan independen. Dukungan Anda membantu kami tetap bebas dari kepentingan.