63 Pesantren NTB Terima BOS Rp1,94 Miliar Jelang Idulfitri 2026

Daftar Isi
63 Pesantren NTB Terima BOS Rp1,94 Miliar Jelang Idulfitri 2026
Kepala Kanwil Kemenag NTB H. Zamroni Aziz.

MATARAM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren hampir Rp2 miliar sejak 10 Maret 2026 sebagai dukungan terhadap keberlangsungan layanan pendidikan keagamaan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PD Pontren) kepada puluhan lembaga pendidikan pesantren yang tersebar di seluruh wilayah NTB.

63 Pesantren Terima BOS

Total anggaran BOS Pesantren yang disalurkan mencapai Rp1.948.787.500 dengan sasaran 63 satuan pendidikan pesantren.

Bantuan tersebut mencakup lembaga Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Satuan Pendidikan Muadalah (SPM), serta Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS).

Adapun rincian penerima terdiri dari 7 lembaga jenjang Ula, 31 lembaga jenjang Wustha, dan 25 lembaga jenjang Ulya.

Lembaga penerima bantuan tersebut tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Dukungan Kualitas Pendidikan Pesantren

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB H. Zamroni Aziz mengatakan percepatan pencairan BOS Pesantren merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama dalam mendukung kualitas pendidikan pesantren.

"Penyaluran BOS Pesantren sejak 10 Maret ini merupakan langkah strategis untuk memastikan layanan pendidikan di pesantren tetap berjalan optimal, terutama dalam memenuhi kebutuhan operasional menjelang Idulfitri," ujarnya.

Menurutnya, pencairan lebih awal memberikan keleluasaan bagi lembaga pendidikan dalam merencanakan kebutuhan operasional secara lebih baik.

Dukung Operasional Pendidikan

Dana BOS Pesantren dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan operasional pendidikan seperti pembiayaan kegiatan pembelajaran, honorarium tenaga pendidik, serta pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan keagamaan bagi para santri.

Tekankan Pengelolaan Transparan

Kemenag NTB juga mengimbau seluruh lembaga penerima bantuan agar mengelola dana secara akuntabel dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kelengkapan administrasi disebut menjadi faktor penting dalam menjaga tertib pengelolaan dana serta keberlanjutan program bantuan pendidikan pesantren.

Tingkatkan Mutu Pendidikan Santri

Melalui penyaluran BOS Pesantren ini diharapkan kualitas layanan pendidikan pada PDF, SPM, dan PKPPS di NTB terus meningkat.

Bantuan tersebut juga diharapkan memberikan manfaat nyata bagi para santri dalam menunjang proses pembelajaran yang lebih optimal.

Lombokepo mencatat program BOS Pesantren merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pendidikan keagamaan sebagai salah satu pilar pembangunan sumber daya manusia.

Baca juga: Tim Rukyatul Hilal NTB Observasi di Lombok Utara, 1 Syawal 1447 H Diperkirakan Jatuh 21 Maret 2026

Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan pesantren secara berkelanjutan di Provinsi NTB.


Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Sumber: Humas Kemenag NTB

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Dukung Media Independen

Lombokepo berkomitmen menyajikan informasi akurat, berimbang, dan independen. Dukungan Anda membantu kami tetap bebas dari kepentingan.