Gubernur NTB Iqbal Silaturahmi dengan Majelis Adat Sasak, Tekankan Filosofi Kepemimpinan Inklusif
MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menekankan pentingnya filosofi hidup masyarakat Sasak sebagai dasar kepemimpinan yang mengayomi seluruh elemen masyarakat di NTB.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahmi bersama Majelis Adat Sasak (MAS) di kediaman tokoh Sasak sekaligus mantan Gubernur NTB HL Serinata di Mataram, Senin (23/3/2026).
Filosofi Sasak Mengayomi Semua
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal menyampaikan filosofi masyarakat Sasak yang mengedepankan sikap mengayomi dan memberikan rasa nyaman kepada seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang.
"Orang Sasak mengayomi semua orang. Kita besar maka perilaku kita seperti orang besar," ujarnya.
Menurutnya, nilai tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah agar seluruh masyarakat NTB merasakan kepemimpinan yang adil dan inklusif.
"Dalam tindakan, saya sebagai orang Sasak ingin menjadi bapak, orangtua dan rumah bagi semua orang, baik masyarakat Bali, Dompu, Bima maupun Sumbawa," katanya.
Pembangunan Harus Inklusif
Gubernur juga menegaskan bahwa filosofi masyarakat Sasak mengajarkan kemampuan menahan diri serta kebijaksanaan dalam mengambil kebijakan pembangunan.
Ia menyebut pembangunan pada tahun pertama kepemimpinannya banyak difokuskan di Pulau Sumbawa sebagai bentuk komitmen pemerataan pembangunan di NTB.
Langkah tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa kepemimpinan di NTB tidak meminggirkan wilayah tertentu dan tetap memberikan ruang pembangunan bagi seluruh daerah.
Program Infrastruktur dan Kesehatan
Pemprov NTB disebut telah menjalankan berbagai program pembangunan, termasuk pembangunan infrastruktur jalan yang membuka akses daerah terisolasi seperti Batu Rotok, Batu Dulang, dan Lenangguar.
Selain itu, konektivitas wilayah utara melalui kawasan Samota hingga wilayah Dompu juga menjadi perhatian dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Di sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi NTB juga meningkatkan status RS Manambai dan RSUD Bima menjadi rumah sakit tipe B guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Program Desa Berdaya dan Ketahanan Pangan
Dalam upaya pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB menjalankan program Desa Berdaya yang menyasar 106 desa melalui pendataan ulang dan strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program tersebut didukung stimulan anggaran sebesar Rp500 juta per desa di luar dukungan dana dari pemerintah pusat dan lembaga internasional.
Sementara di sektor ketahanan pangan, pemerintah daerah memperkuat program melalui pembangunan 900 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mendukung suplai pangan lokal.
Dukungan Majelis Adat Sasak
Dane Gumi Sasak HL Sajim Sastrawan menyatakan silaturahmi tersebut menjadi awal penguatan komunikasi antara MAS dan Pemerintah Provinsi NTB dalam mewujudkan visi NTB Makmur Mendunia.
"MAS masih menunda pemberian rekomendasi pembangunan agar Gubernur memiliki pengalaman terlebih dahulu dalam memimpin, sehingga ke depan dapat bersama-sama mendukung penyelenggaraan pemerintahan," ujarnya.
Sementara Ketua MAS NTB Lalu Winengan berharap kehadiran pemimpin daerah dari kalangan masyarakat Sasak dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan sumber daya manusia di NTB.
Perkuat Persatuan Masyarakat NTB
Melalui silaturahmi tersebut diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan tokoh adat semakin kuat dalam menjaga persatuan masyarakat NTB.
Lombokepo mencatat sinergi antara pemerintah dan tokoh adat menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial serta mendorong pembangunan daerah yang inklusif.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar