Maknai Nyepi, Ketua IPPAT NTB Ajak Jaga Harmoni dan Kesucian Hati
LOMBOK – Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Nusa Tenggara Barat, Dr Saharjo, SH, MKn, MH, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka kepada seluruh umat Hindu, khususnya di Nusa Tenggara Barat.
Dalam pernyataannya, Dr Saharjo berharap momentum Nyepi menjadi titik refleksi untuk menghadirkan energi positif dan semangat baru dalam kehidupan, termasuk dalam berkarya dan mengabdi kepada masyarakat.
Nyepi Jadi Momentum Refleksi Kehidupan
“Semoga Tahun Baru Saka ini membawa energi positif dan semangat baru untuk terus berkarya. Selamat Hari Raya Nyepi. Mari kita jaga harmoni antara manusia, alam semesta, dan Sang Pencipta. Heningkan cipta, sucikan hati,” ujar Dr Saharjo pada 18 Maret 2026.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Nyepi seperti keheningan, introspeksi, dan pengendalian diri memiliki makna universal yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada umat Hindu saja.
Nilai Nyepi Relevan di Tengah Kehidupan Modern
Menurutnya, di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, momen hening seperti Nyepi justru menjadi ruang penting untuk menata kembali keseimbangan batin serta memperkuat hubungan dengan lingkungan sekitar.
Ia menilai refleksi diri menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kehidupan sosial maupun profesional.
IPPAT NTB Ajak Perkuat Toleransi
Lebih lanjut, Dr Saharjo juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi utama dalam membangun daerah yang damai dan berkelanjutan.
“Nilai harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan harus terus kita jaga bersama. Ini menjadi kunci dalam menciptakan kehidupan yang rukun dan berkeadaban,” katanya.
Nyepi Perkuat Kesadaran Spiritual dan Sosial
Baca juga: Peran Strategis Dalilah Dorong Investasi Lombok Tengah, IPPAT NTB Siap Kolaborasi
Peringatan Hari Raya Nyepi diharapkan tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga momentum bersama untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya keseimbangan hidup, baik secara spiritual maupun sosial.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo

Posting Komentar