PHDI Kota Mataram Resmi Dikukuhkan, Empat Pilar Catur Dharma Bhakti Jadi Fokus 2026–2030

Daftar Isi

PHDI Kota Mataram Resmi Dikukuhkan, Empat Pilar Catur Dharma Bhakti Jadi Fokus 2026–2030
Pengukuhan Pengurus PHDI Kota Mataram di Sekber PHDI Provinsi NTB pada Sabtu, 7 Maret 2026 – Lombokepo

Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Mataram masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Sekretariat Bersama (Sekber) PHDI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua PHDI Provinsi NTB, Ir. I Wayan Karioka, M.H, sebagai penanda dimulainya masa kepengurusan baru organisasi pembina umat Hindu di Kota Mataram.

Ketua PHDI Kota Mataram Made Merta Arta menegaskan bahwa pengukuhan ini menjadi titik awal perjalanan kolektif organisasi setelah melalui proses panjang, termasuk pelaksanaan Lokasabha ke-7 PHDI Kota Mataram pada 4 Oktober 2025.

“Kita berdiri di sini setelah melalui proses organisasi yang panjang. Di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang begitu cepat, nilai-nilai Dharma harus tetap menjadi jangkar yang kokoh bagi umat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi keagamaan merupakan bentuk pengabdian kepada umat.

“Kepemimpinan adalah Sewaka Dharma, pengabdian yang tulus. Kita adalah pelayan umat, bukan penguasa umat,” tegasnya.

Fokus Empat Pilar Catur Dharma Bhakti

Dalam lima tahun ke depan, PHDI Kota Mataram akan memfokuskan program kerja pada empat pilar utama yang disebut Catur Dharma Bhakti.

1. Penguatan Intelektual dan Spiritual (Jana Dharma)

Program ini menitikberatkan pada peningkatan literasi keagamaan serta digitalisasi data umat Hindu. Selain itu, PHDI akan memperluas ruang diskusi Dharma Tula, pelatihan kepemimpinan, dan penguatan pemahaman filosofi ajaran Hindu bagi generasi muda.

Diharapkan, generasi muda Hindu tidak hanya mampu menghafal mantram, tetapi juga memahami makna filosofisnya.

2. Pemberdayaan Ekonomi Umat (Artha Dharma)

PHDI Kota Mataram juga akan mendorong pura tidak hanya sebagai pusat kegiatan ritual, tetapi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Program yang disiapkan antara lain inisiasi koperasi umat serta pendampingan UMKM bagi masyarakat Hindu di Kota Mataram.

3. Konsolidasi Organisasi dan Administrasi (Niti Dharma)

Pengurus baru juga berkomitmen memperbaiki tata kelola organisasi mulai dari tingkat kecamatan hingga banjar.

PHDI diharapkan mampu memberikan pelayanan yang responsif dan transparan, termasuk dalam urusan administrasi pernikahan, sertifikasi rumah ibadah, hingga pendampingan hukum bagi umat.

4. Pelestarian Budaya dan Lingkungan (Palemahan Dharma)

Program ini bertujuan menjaga tradisi Hindu-Lombok yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya nasional.

Selain itu, PHDI Kota Mataram juga akan menggalakkan gerakan Pura Ramah Lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik dalam ritual serta menjaga kebersihan dan kesucian pura.

Melalui empat pilar tersebut, kepengurusan baru PHDI Kota Mataram diharapkan mampu memperkuat pembinaan umat sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural di Kota Mataram.

Penulis: Hadi
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Dukung Media Independen

Lombokepo berkomitmen menyajikan informasi akurat, berimbang, dan independen. Dukungan Anda membantu kami tetap bebas dari kepentingan.