Perokok Usia Remaja di NTB Capai 12,4 Persen, Dinkes Perketat KTR
MATARAM – Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sesuai Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 3 Tahun 2014 dinilai belum sepenuhnya dipatuhi oleh masyarakat.
Tujuh Kawasan Tanpa Rokok yang ditetapkan pemerintah meliputi fasilitas kesehatan, sekolah, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja serta tempat umum.
Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengatakan penguatan KTR merupakan bagian dari pengendalian perilaku merokok masyarakat.
"Ini salah satu upaya pengendalian kesehatan masyarakat. Inisiatif baru kami integrasikan dengan Desa Berdaya untuk menciptakan kampung bebas asap rokok," ujarnya.
Program Pengendalian Rokok Diperkuat
Dinkes NTB juga menyiapkan beberapa langkah teknis seperti:
- Layanan berhenti merokok di Puskesmas
- Screening kesehatan pasien
- Pengaturan iklan rokok
- Pemasangan tanda Kawasan Tanpa Rokok
- Sidak rutin Satgas KTR
Akademisi Universitas Udayana Putu Ayu Swandewi Astuti menyebut masih ada tiga daerah di NTB yang belum memiliki regulasi turunan terkait KTR.
Ia menekankan pentingnya penegakan aturan serta edukasi bahaya rokok secara lebih masif.
Perokok Remaja Jadi Tantangan NTB
Data menunjukkan prevalensi perokok usia 10-18 tahun di NTB mencapai 12,4 persen.
Sementara data BPS 2023 mencatat prevalensi perokok usia 15-24 tahun mencapai 24,24 persen dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Bima.
NTB juga menghadapi dilema sebagai daerah penghasil tembakau virginia terbesar nasional, namun biaya kesehatan akibat rokok dinilai tidak sebanding dengan pendapatan cukai.
Selain itu rokok menjadi pengeluaran terbesar kedua rumah tangga setelah beras.
"Kita harus cemas karena perokok muda terus bertambah apalagi dengan tren vape," jelas Lina Nurbaiti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.
Rapat koordinasi ini berlangsung di Lombok Plaza Hotel pada Selasa 31 Maret 2026. Rapat ini dihadiri Dinas Kesehatan kabupaten/kota, OPD terkait dan akademisi NTB
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Berita terkait:
- Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal Tinjau RSUD Kota Bima, Disiapkan Jadi Pusat Rujukan Timur NTB
- Gubernur NTB Ambil Langkah Cepat, Pastikan Pasien Kritis Asal Sumbawa Dirujuk ke RSUP
- Kunjungi Puskesmas Gerung, Gubernur NTB Tekankan Data Akurat untuk Penanganan Stunting Presisi

Posting Komentar