Ekonomi Syariah NTB Jadi Rujukan Nasional, BPRS Dinilai Paling Maju

Daftar Isi
Gubernur NTB bersama Ketua Umum Himbarsi pada Rakernas dan BPRS Summit 2026 di Mataram membahas penguatan ekonomi syariah NTB.

NTB Kian Dikenal sebagai Pusat Ekonomi Syariah

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini tidak hanya dikenal karena sektor pariwisata dan keberadaan Mandalika International Street Circuit, tetapi juga sebagai “laboratorium” sukses ekonomi syariah di Indonesia.

Penerapan ekonomi syariah NTB pada sektor perbankan syariah, industri halal seperti makanan, fashion, hingga pariwisata halal, menjadikan daerah ini magnet baru dalam penguatan ekonomi syariah nasional.

Himbarsi Sebut NTB Jadi Tempat Belajar Industri BPRS

Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (Himbarsi), Alfi Wijaya, saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan BPRS Summit 2026 di Lombok Raya, Senin (20/4/2026).

“Lombok ini bukan hanya destinasi wisata, tapi juga tempat belajar. Industri BPRS di sini menunjukkan kinerja yang sehat dan bisa menjadi referensi nasional,” ujar Alfi Wijaya.

Ia menjelaskan, di tengah lesunya industri BPR Syariah secara nasional, performa industri perbankan syariah di NTB justru tampil sehat dan impresif.

Data BPRS NTB Dinilai Sangat Kuat

Menurut Alfi, kondisi industri BPRS nasional saat ini tengah menghadapi tekanan profitabilitas dan kenaikan pembiayaan bermasalah. Namun NTB justru menunjukkan tren positif.

Capaian Utama BPRS NTB:

  • Pangsa pasar hampir 50 persen
  • Jauh di atas rata-rata nasional sekitar 10 persen
  • Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) hanya 1 persen

“Keberhasilan ini tidak lepas dari tata kelola yang baik, manajemen risiko kuat, serta kedekatan bisnis dengan masyarakat lokal yang religius,” tegasnya.

Gubernur Iqbal: Sistem Syariah Jawaban Ketidakpastian Global

Sementara itu, Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa sistem ekonomi syariah menjadi jawaban atas kondisi global yang penuh ketidakpastian, mulai dari gejolak harga energi hingga konflik geopolitik.

“Bagi pengusaha, bunga naik tidak masalah, harga naik tidak masalah, asal stabil. Yang paling mereka butuhkan adalah kepastian.”

Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal menilai keunggulan sistem syariah terletak pada akad yang jelas serta mekanisme bagi hasil yang mampu meredam spekulasi dan menjaga stabilitas keuangan.

Pemprov NTB Perkuat Bank Syariah Daerah

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemerintah Provinsi NTB tengah mengambil langkah strategis, di antaranya:

  • Mendorong seluruh BPR milik daerah bertransformasi menjadi BPRS
  • Memperkuat Bank NTB Syariah sebagai lokomotif keuangan daerah
  • Mengonsolidasikan lembaga keuangan daerah untuk pembiayaan sektor ultra mikro

Rakernas Jadi Momentum Strategis NTB

Gubernur juga mengapresiasi Himbarsi yang memilih NTB sebagai tuan rumah Rakernas dan BPRS Summit 2026.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kehormatan sekaligus momentum penting memperkuat posisi NTB sebagai daerah pendukung ekonomi syariah nasional.

Kegiatan bertema “Dari Lombok untuk Indonesia: Membangun Sinergi, Mendorong Inovasi, Memperkuat Ketahanan Industri BPR Syariah” itu dihadiri lebih dari 140 BPRS se-Indonesia, serta perwakilan OJK, Bank Indonesia, dan pelaku UMKM dari berbagai daerah.


Baca berita lainnya:


Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar