Kapolda NTB Tekankan 6 Arahan Penting Saat Pimpin Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026

Daftar Isi
Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo memimpin Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026 di Polda NTB

NTB – Sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi berbagai potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Kepolisian Daerah (Polda) NTB menggelar Apel Kesiapan Kontijensi Aman Nusa I Rinjani 2026, Senin (6/4/2026).

Apel yang berlangsung di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB tersebut dipimpin langsung Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., dan diikuti seluruh pejabat utama, perwira, bintara, serta tamtama jajaran Polda NTB.

Dalam arahannya, Kapolda NTB menekankan enam poin penting yang harus menjadi pedoman seluruh personel Polda NTB dan jajaran Polres/ta dalam menghadapi berbagai dinamika situasi kamtibmas.

Kapolda NTB Tekankan 6 Arahan Penting Kepada Personel

1. Jaga Solidaritas Internal

Kapolda meminta seluruh personel untuk terus menjaga dan memelihara solidaritas internal serta menghindari ego sektoral. Seluruh fungsi diharapkan dapat bergerak dalam satu narasi, satu komando, dan satu tujuan demi terciptanya stabilitas keamanan.

2. Perkuat Pengamanan Mako dan Asrama

Personel diminta membentuk serta memperkuat sabuk kamtibmas dalam rangka meningkatkan pengamanan markas komando (mako) dan asrama Polri.

3. Tingkatkan Deteksi Dini dan Kewaspadaan

Seluruh anggota diharapkan meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dengan mengoptimalkan deteksi dini serta respons cepat terhadap isu yang berkembang di tengah masyarakat.

4. Perkuat Dialog dengan Tokoh Masyarakat

Personel juga diminta proaktif membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh pemuda sebagai bagian dari upaya problem solving.

5. Kedepankan Pendekatan Humanis Saat Pengamanan Aksi

Dalam pelaksanaan pengamanan unjuk rasa, Kapolda menegaskan agar personel menghindari tindakan represif serta mengedepankan sikap empatik dan pendekatan non-konfrontatif.

6. Perkuat Sinergi Lintas Sektoral

Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi lintas sektoral bersama para stakeholder terkait. Menurutnya, unjuk rasa bukan ancaman, melainkan indikator demokrasi yang harus dikelola dengan pendekatan crowd management secara dialogis dan humanis.

“Enam hal ini sangat penting untuk kita pedomani dalam rangka menghadapi peristiwa kontijensi,” tegas Kapolda NTB.

Keberhasilan Polri Diukur dari Kepercayaan Masyarakat

Menurut Kapolda, keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tetapi juga dari bagaimana masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis.

“Saya yakin dengan kesiapan, soliditas, dan dedikasi yang tinggi, kita mampu menghadapi setiap dinamika kamtibmas yang ada,” ujarnya.

Apel kesiapan ini menjadi bukti konkret komitmen Polda NTB dalam memastikan kesiapan personel menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan demi menjaga stabilitas daerah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.


Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Baca juga:

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar