Operasional Haji NTB 2026: 1.556 Jemaah Sudah Diberangkatkan

LOMBOKEPO, MATARAM - Pemberangkatan jemaah haji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) 2026 terus menunjukkan tren positif tanpa hambatan berarti. Hingga memasuki hari ke-6 operasional, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB memastikan seluruh kursi penerbangan terisi optimal.
Evaluasi Operasional Hari Ke-6: Nihil Kursi Kosong (Open Seat)
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhamad Amin, mengungkapkan bahwa sistem pemberangkatan tahun ini berjalan sangat efektif. Hingga Senin, 27 April 2026, tercatat sebanyak 1.556 jemaah haji telah resmi diterbangkan ke Arab Saudi.
“Hingga hari ke-6 operasional, sebanyak 1.556 jemaah haji NTB telah diberangkatkan dalam empat kloter, dan seluruh kursi penerbangan terisi penuh tanpa adanya open seat,” ujar Lalu Muhamad Amin, Senin 27 April 2026..
Berdasarkan laporan per 26 April 2026 pukul 18.00 WIB, total jemaah yang telah memasuki asrama haji mencapai 1.945 orang ditambah 20 petugas pendamping.
Update Kloter 5 dan Distribusi Kartu Nusuk
Untuk Kloter 5, hampir seluruh jemaah telah mengantongi Kartu Nusuk. Tercatat hanya satu jemaah, Saridah Salim, yang dijadwalkan menerima kartu tersebut setibanya di Madinah.
“Untuk kloter 5, hampir seluruh jemaah sudah menerima Kartu Nusuk. Satu jemaah akan menerima kartu tersebut setibanya di Madinah,” ujarnya.
Profil Kloter LOP-6: Fokus pada Jemaah Lansia Asal Lombok Timur
Data terbaru menunjukkan kesiapan keberangkatan Kloter LOP-6 yang didominasi oleh jemaah asal Kabupaten Lombok Timur. Menggunakan pesawat GIA 5106, kloter ini dijadwalkan lepas landas pada 28 April 2026 pukul 17.50 WITA.

Statistik Jemaah Kloter LOP-6
- Total Jemaah: 393 Orang
- Komposisi: 200 Laki-laki | 193 Perempuan
- Kategori: 176 Lansia (45%) | 217 Non-Lansia
- Usia: Termuda 17 Tahun | Tertua 89 Tahun
Lokasi Akomodasi di Arab Saudi
| Wilayah | Sektor / Zona | Hotel |
|---|---|---|
| Madinah | Sektor 1 | Madinah Hiton & Sofitel Shahd Al Madinah |
| Makkah | Sektor 4 (Syisyah) | Lulua Al Mashaer Hotel |
Mitigasi Kesehatan: Pengawasan Ketat Risiko Tinggi (Risti)
Mengingat tingginya persentase jemaah lansia, PPIH memberikan perhatian khusus pada klasifikasi risiko kesehatan. Di Kloter LOP-6, tercatat 31 jemaah masuk kategori Risti Berat.
Berikut adalah daftar penyakit yang paling banyak diantisipasi oleh tim medis:
- Essential (Primary) Hypertension (111 kasus)
- Disorder of Lipoprotein (67 kasus)
- Cardiomegaly (62 kasus)
- Diabetes Mellitus Tipe 2 (49 kasus)
Petugas Kloter LOP-6 dipimpin oleh H. Suparman, M.Pd.I dengan tim medis dr. Melinda Eka, dr. Nurul Hidayati, dan Ns. Rully Hadi.
Baca juga:
- Update Haji 2026: Kloter 3 Embarkasi Lombok Berangkat ke Tanah Suci, Satu Jemaah Tertunda Demi Keselamatan
- Polda NTB Kawal Keberangkatan 393 Jemaah Haji 2026 Kloter 5 Mataram, Lansia Jadi Perhatian
- Gubernur NTB Lepas Jamaah Haji Kloter I 2026, Titip Doa untuk Daerah
Penulis: Hadi | lombokepo
Editor: Tim Redaksi lombokepo
Posting Komentar