5.000 Warga NTB Bakal Jalani Operasi Mata Gratis, Pemprov Gandeng Yayasan Australia

MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggandeng yayasan asal Australia, Fred Hollows Foundation (FHF), untuk memperkuat layanan kesehatan mata masyarakat. Dalam program sosial terbarunya, FHF menargetkan penanganan hingga 5.000 penderita melalui operasi mata di berbagai wilayah NTB.
Kerja sama ini disampaikan saat Gubernur NTB HL Muhamad Iqbal menerima jajaran direksi FHF di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Selasa (21/04/2026).
Pemprov NTB Fokuskan Kesehatan sebagai Fondasi Pembangunan
Gubernur Iqbal menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu dari tiga fondasi utama pembangunan daerah selain pendidikan dan infrastruktur. Karena itu, Pemprov NTB menyambut baik kolaborasi bersama FHF.
"Australia adalah partner penting NTB sebagai tetangga dekat dalam banyak hal. Kami berharap roadmap dan data penanganan kesehatan mata masyarakat makin terintegrasi dengan RS Mata provinsi sampai ke desa-desa bersama FHF," jelas Gubernur.
Ia menambahkan, terdapat sekitar 12.000 penderita gangguan kesehatan mata di NTB, mulai dari katarak hingga penyakit mata lainnya. Penanganan ini dinilai dapat melibatkan berbagai elemen, termasuk Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), 7.000 Posyandu, serta 400 ribu kader bersama pemerintah pusat dan daerah.
FHF Perkuat Puskesmas dan Layanan Operasi Mata
Manajer FHF, Alicia Godicky, mengatakan program kesehatan mata di NTB akan berkelanjutan. Tidak hanya operasi mata, FHF juga akan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan berbasis Puskesmas dalam mendeteksi dan menangani penyakit mata.
"Kita akan mulai dari Puskesmas Bagu di Kota Mataram dan berlanjut di sepuluh titik di seluruh NTB," jelasnya.
Selama tiga hari kunjungan di NTB, FHF bersama Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan NTB akan mengunjungi sejumlah lokasi untuk edukasi tenaga kesehatan Puskesmas sekaligus bakti sosial operasi mata gratis.
Sasar Anak Sekolah hingga Lansia
Menurut Alicia, target program ini tidak hanya menyasar lansia penderita katarak, tetapi juga masyarakat segala usia. Saat ini, gangguan mata pada anak usia sekolah dinilai meningkat dan berdampak pada kemampuan belajar karena belum terdeteksi sejak dini.
Salah satu solusi yang disiapkan adalah pemeriksaan mata sejak awal serta bantuan kacamata bagi anak-anak yang membutuhkan.
Ia juga menegaskan bahwa kasus katarak yang masih menjadi gangguan kesehatan mata terbanyak di NTB dapat ditangani lebih cepat melalui pemeriksaan rutin dan penanganan tenaga kesehatan Puskesmas yang telah dilatih melalui program FHF.
Program Berjalan Sejak 2012
Program Fred Hollows Foundation di NTB sendiri telah berjalan sejak 2012. Kunjungan direksi kali ini bertepatan dengan peluncuran program baru untuk memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat NTB.
Berita lainnya:
- Wastra NTB Tembus Australia, Enam Koleksi Unggulan Siap Tampil di AGSA
- Pemprov NTB Siap Sambut Famtrip Darwin Australia, Perkuat Promosi Pariwisata
- Kapolda NTB & Polisi Federal Australia Perkuat Kerja Sama Cegah Eksploitasi Anak
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar