8 Program Prioritas Kapolda NTB Selaras Asta Cita
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. saat memaparkan 8 program prioritas strategis yang diselaraskan dengan 8 misi Asta Cita Pemerintah Pusat dalam kegiatan Commander Wish di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Jumat (22/5/2026).
MATARAM, NTB — Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. mulai tancap gas usai tiba di NTB, Kamis (21/5/2026). Sehari berselang, Jumat (22/5/2026) pukul 09.00 Wita, jenderal bintang dua itu langsung memimpin kegiatan Commander Wish di Gedung Sasana Dharma Polda NTB.
Commander Wish jadi pijakan awal Irjen Kalingga, untuk membawa arah baru Polda NTB lewat delapan program prioritas strategis. Program itu menitikberatkan penguatan SDM, pelayanan humanis, penegakan hukum profesional hingga penguatan komunikasi publik.
Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja Disambut Forkopimda NTB
Langkah taktis Polda NTB ini sekaligus menjadi komitmen nyata dalam mengawal dan menyukseskan Asta Cita, yaitu 8 misi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto periode 2024-2029 di wilayah Nusa Tenggara Barat.
“Commander Wish ini jadi pedoman kerja seluruh personel Polda NTB, demi menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” kata Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja.
Pimpin Polda NTB, Irjen Kalingga Gaspol Bawa 8 Program Prioritas Strategis
Dalam pemaparannya di depan para Pejabat Utama (PJU), Irjen Kalingga menyorot pentingnya penguatan SDM unggul dan berintegritas. Poin ini sejalan dengan misi ke-4 Asta Cita yang berfokus pada memperkuat pembangunan SDM, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender guna membangun manusia yang produktif dan berdaya saing global.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi peran Polmas, FKPM, BKPM serta sinergi tiga pilar untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. Langkah preventif ini memperkuat implementasi misi ke-1 Asta Cita dalam memperkuat ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM serta misi ke-2 untuk memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui modernisasi pertahanan-keamanan internal daerah.
Tak cuma fokus pada keamanan, program tersebut ikut menekankan pelayanan publik humanis dan transformasi menuju institusi modern. Kawasan destinasi wisata super prioritas di NTB juga masuk perhatian utama, demi menciptakan rasa aman bagi wisatawan.
Rasa aman di sektor pariwisata ini menjadi katalis penting bagi perputaran roda ekonomi daerah, sejalan dengan misi ke-3 Asta Cita untuk meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mencapai kemandirian pangan, energi, air serta misi ke-5 mengenai keberlanjutan melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri.
“NTB punya potensi besar sektor pariwisata. Situasi aman dan nyaman wajib terus dijaga bersama,” ujarnya.
Commander Wish Jadi Arah Baru Polda NTB dan Dorongan Polisi Humanis
Irjen Kalingga juga mengangkat pentingnya aksi nyata Polri, dalam mitigasi bencana dan penanganan konflik sosial. Nilai kearifan lokal NTB ikut didorong hadir dalam pola harkamtibmas di tengah masyarakat.
Pendekatan berbasis kearifan lokal ini merupakan wujud konkret dukungan terhadap misi ke-8 Asta Cita, yakni memperkuat penyelarasan kehidupan harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antar umat beragama. Sekaligus mendukung misi ke-6 untuk membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan lewat stabilitas keamanan di tingkat desa dan UMKM.
Penegakan Hukum Profesional dan Manajemen Media Transparan
Sementara pada sisi penegakan hukum, Kapolda NTB meminta seluruh jajaran mengedepankan profesionalisme dan rasa keadilan. Ia juga menaruh perhatian besar terhadap manajemen media dan komunikasi publik, supaya informasi kepolisian tersampaikan cepat dan transparan.
Komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu ini selaras dengan misi ke-7 Asta Cita untuk memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi demi mewujudkan birokrasi yang bersih dan pelayanan publik yang cepat.
“Kepercayaan publik tumbuh dari kerja nyata, komunikasi baik, serta pelayanan tulus kepada masyarakat,” tegasnya.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar