Impian Warga, Jembatan Garuda Karang Bongkot Dibangun TNI
Personel TNI bersama warga bergotong royong dalam pembangunan Jembatan Garuda Karang Bongkot di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, untuk memperkuat akses dan konektivitas masyarakat.
LOMBOK BARAT, NTB – Pembangunan Jembatan Garuda Karang Bongkot di Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, mulai berlangsung. Proyek yang dikerjakan TNI Kodim 1606/Mataram tersebut menjadi bagian dari program pembangunan Jembatan Garuda Kodam IX/Udayana sepanjang 2026.
Di NTB, salah satu titik pembangunan Jembatan Garuda berada di Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.
Inisiatif Presiden Prabowo dan TNI dalam Program Jembatan Garuda
Pembangunan jembatan gantung sederhana ini merupakan salah satu titik dari inisiatif pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto bersama TNI AD. Program ini hadir untuk meningkatkan akses masyarakat di wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan konektivitas.
Program Jembatan Garuda dirancang khusus untuk membuka isolasi wilayah, terutama bagi masyarakat pedesaan yang selama ini masih bergantung pada jalur penyeberangan tradisional.
Harapan Baru untuk Konektivitas Desa Karang Bongkot dan Sukamakmur
Pembangunan Jembatan Garuda di Karang Bongkot diharapkan mampu memperkuat mobilitas warga, mempercepat akses pendidikan dan ekonomi, serta mendukung pertumbuhan wilayah di sekitar Kecamatan Labuapi dan Gerung.
Warga Desa Karang Bongkot, Dian Iswahyudi, mengaku bersyukur atas pembangunan Jembatan Garuda yang selama ini menjadi impian masyarakat Desa Karang Bongkot dan Desa Sukamakmur.
“Terima kasih Bapak Prabowo, Jembatan Garuda adalah impian kami warga Karang Bongkot,” katanya.
Suasana pembangunan Jembatan Garuda Karang Bongkot juga mendapat perhatian masyarakat dan ramai dibagikan di media sosial.
Mengakhiri Penantian Puluhan Tahun Warga Labuapi
Penantian puluhan tahun warga terhadap jembatan penghubung antara Desa Karang Bongkot dan Desa Sukamakmur akhirnya mulai terjawab melalui pembangunan Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Babak di Kecamatan Labuapi.
Kodim 1606/Mataram bersama masyarakat turun langsung dalam proses pembangunan sebagai bentuk manunggal TNI dengan rakyat.
Manfaat Jembatan Garuda bagi Warga Karang Bongkot
Kehadiran infrastruktur ini membawa sejarah baru bagi mobilitas warga lokal. Kepala Desa Karang Bongkot, Muldan, mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan jembatan ini dulunya merupakan jalur penyeberangan utama warga sebelum DAM Pengsong didirikan.
“Dulu warga bisa menyeberang dengan berjalan kaki karena airnya dangkal. Setelah ada DAM Pengsong, warga menggunakan sampan untuk menyeberang ke pasar maupun sekolah. Namun setelah perahu rusak, warga harus memutar lewat Bypass,” ujarnya.
Selama bertahun-tahun pasca rusaknya transportasi sampan tersebut, warga terpaksa memutar melalui jalur Bypass dengan jarak tempuh yang jauh lebih signifikan hanya untuk menuju sekolah, pasar, maupun pusat aktivitas ekonomi.
Dampak Positif bagi Akses Pendidikan dan Ekonomi Lokal
Menurut Muldan, keberadaan Jembatan Garuda akan memberikan dampak berkelanjutan yang besar bagi dinamika sosial dan urat nadi perekonomian di dua desa, yakni Desa Karang Bongkot dan Desa Sukamakmur.
“Jembatan ini akan mempersingkat jarak tempuh warga, terutama anak-anak sekolah dan masyarakat yang beraktivitas ekonomi. Kehadiran TNI membawa harapan baru bagi masyarakat kami,” tambahnya.
Senada dengan hal itu, Sakim, salah seorang warga yang ikut terjun bergotong royong dalam pembangunan jembatan, menegaskan bahwa posisi Jembatan Garuda sangat strategis. Infrastruktur ini diyakini mampu merekatkan kembali hubungan sosial sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua sisi Sungai Babak.
Pembangunan Jembatan Garuda Karang Bongkot diharapkan mampu mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mengatrol kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Labuapi dan Gerung, Lombok Barat.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar