Kompetisi Making Bed IHKA NTB 2026 Sukses Digelar
Ketua BPD IHKA NTB, Ahmad Mujaddid, memberikan keterangan terkait jalannya kompetisi tata graha di Mataram, Sabtu (23/5/2026). (Foto: Hadi/Lombokepo)
MATARAM, NTB — Industri pariwisata tidak hanya melulu soal pesona alam yang memanjakan mata, melainkan juga tentang sentuhan kenyamanan pelayanan (hospitality) yang membekas di hati para pelancong. Berangkat dari komitmen memacu standar pelayanan tersebut, Badan Pengurus Daerah Indonesian Housekeepers Association Nusa Tenggara Barat (BPD IHKA NTB) kembali menggelar ajang bergengsi: Making Bed and Towel Art Competition 2026.
Mengusung tema penuh energi, "Be Fast, Be Neat and Be The Best", kompetisi yang mengawinkan ketangkasan fisik dan estetika ini berlangsung semarak di area terbuka Lombok Garden Hotel, Mataram, Sabtu (23/5/2026).
Cari Hotel Murah di Mataram? Hotel UIN Mataram Mulai Rp175 Ribu
Sinergi IHKA NTB: Menjembatani Industri Hotel dan Dunia Pendidikan
Ajang tahunan ini menjadi panggung unjuk gigi bagi puluhan talenta tata graha (housekeeping) yang terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni profesional perhotelan dan pelajar. Ketua IHKA NTB, Ahmad Mujaddid, mengungkapkan bahwa kompetisi ini lahir dari pergerakan kolektif untuk menjaga eksistensi sekaligus menaikkan marwah profesi housekeeper di mata publik.
"Kegiatan hari ini didasari oleh pemikiran bersama teman-teman pengurus bagaimana profesi Housekeeper bisa terus eksis dan dihargai. Total ada 62 peserta yang berpartisipasi, mencakup kawasan Gili Trawangan, Lombok Tengah, Lombok Selatan, hingga Kota Mataram. Kami juga bangga karena melibatkan dunia pendidikan secara aktif, mulai dari SMK hingga Akademi Pariwisata," ujar Ahmad Mujaddid saat diwawancarai di lokasi acara, Sabtu (23/5/2026).
Secara rinci, kompetisi ini diikuti oleh 27 peserta dari kategori siswa (SMK/Akademik) dan 35 peserta dari kategori profesional hotel. Menariknya, tensi kompetisi dipastikan mendidih lantaran sang juara pertama dari kategori profesional akan langsung mengantongi tiket menuju panggung internasional di Pulau Dewata.
"Juara satu dari kompetisi profesional ini akan langsung kami boyong ke Bali untuk ikut berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi pada 5 Juni 2026 mendatang. Di Bali nanti skala kompetisinya sudah internasional, diikuti oleh lima negara ASEAN, yaitu Vietnam, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia sebagai tuan rumah," tambah Mujaddid optimistis.
Kriteria Penilaian Making Bed dan Towel Art Competition 2026
Pantauan langsung jurnalis di lokasi, suasana kompetisi di lapangan berlangsung penuh ketegangan sekaligus mengundang decak kagum penonton. Sorak-sorai pendukung menggema saat peserta kategori siswa dengan cekatan membentangkan sprei (sheet) tanpa celah kusut dalam hitungan detik. Para peserta dituntut bergerak taktis, sigap, namun tetap presisi dalam merapikan ranjang ukuran besar serta melipat handuk menjadi aneka bentuk satwa dan karya seni menarik (towel art) dalam durasi waktu yang sangat terbatas.
Ayodya Guest House: Penginapan Nyaman dan Murah di Mataram
Ketua Panitia Pelaksana, Lalu Kamariadi (yang akrab disapa LK), menjelaskan bahwa penilaian dalam perlombaan ini menggunakan parameter yang ketat, objektif, dan mengacu pada standar global.
"Tujuan utama kami adalah memperkenalkan dunia Housekeeper ke dunia pendidikan secara nyata dan menguji standar kualitas para profesional. Yang kami nilai bukan sekadar melipat kain dan merapikan kasur, melainkan kombinasi rigid antara keterampilan teknik, ketepatan waktu, kerapian, dan yang terpenting adalah jiwa seni," jelas LK kepada jurnalis Lombokepo.
Menurut LK, ruh dari profesi housekeeping muncul ketika sebuah pekerjaan teknis diselesaikan dengan ketulusan hati. "Ketika kita bekerja dengan sepenuh hati, di situlah nilai seni yang menyentuh kenyamanan tamu lahir," imbuhnya.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh manajemen hotel, institusi pendidikan, serta para mitra vendor sponsor yang telah berkolaborasi menyukseskan gelaran ini.
Dukungan Dinas Pariwisata NTB untuk Standar Hospitality Kamar Hotel
Langkah progresif BPD IHKA NTB ini mendapat lampu hijau dan apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Pariwisata. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Chandra Aprinova, A.Ks., M.P. saat ditemui media ini di lokasi kompetisi.
Chandra menegaskan, housekeeper adalah salah satu pilar krusial dalam ekosistem pariwisata yang berinteraksi langsung dengan persepsi kenyamanan wisatawan selama menetap di Bumi Gora.
"Kami dari unsur pemerintah sangat mengapresiasi konsistensi kegiatan ini karena mendukung penuh pengembangan destinasi pariwisata ke depan. Khususnya dalam aspek peningkatan amenitas, hospitality, dan pemenuhan standar pelayanan prima bagi wisatawan di industri akomodasi," kata Chandra Aprinova.
Lebih lanjut, Chandra menganalisis bahwa dinamika pembangunan akomodasi baru yang terus tumbuh, serta naiknya angka kunjungan wisata ke Lombok dan Sumbawa saat ini menciptakan peluang kerja sekaligus tantangan besar bagi daerah.
"Profesi housekeeper ke depan akan sangat dicari di NTB. Adanya pembangunan hotel dan kunjungan wisatawan yang terus meningkat, membuat kebutuhan kamar tentu berbanding lurus dengan kebutuhan tenaga tata graha yang kompeten. Kompetisi seperti yang digagas IHKA ini adalah pemantik yang sangat kita tunggu," jelasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Dinas Pariwisata NTB berencana mempererat kolaborasi dengan IHKA NTB, bahkan melempar wacana untuk menarik event yang lebih besar ke Nusa Tenggara Barat.
"Keterampilan para housekeeper ini adalah wajah depan citra pariwisata NTB yang ramah dan profesional. Ke depan, banyak event yang perlu kita kolaborasikan." pungkas Chandra.
Lewat kompetisi ini, BPD IHKA NTB sukses membuktikan bahwa di balik rapinya seprei yang membentang kencang dan indahnya lipatan handuk di kamar hotel, ada dedikasi tinggi, kecepatan, dan ketulusan hati yang bekerja demi menjaga nama baik pariwisata Lombok-Sumbawa di panggung internasional.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar