Kontes Bonsai Nasional Road To The Max Mataram 2026 Digelar

Daftar Isi
Deretan pohon bonsai mini yang dipajang di atas meja pameran di kawasan Teras Udayana Kota Mataram dalam acara Road To The Max Mataram 2026.

Pesona ratusan karya bonsai mini yang dipamerkan di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram, dalam rangkaian event Road To The Max Mataram 2026.

MATARAM, NTB — Ratusan pohon bonsai berukuran mini tampak berjajar rapi, memancarkan pesona estetika yang memikat di kawasan Teras Udayana, Kota Mataram. Pemandangan unik ini merupakan bagian dari ajang pameran dan kontes bonsai nasional bertajuk Road To The Max Mataram 2026 yang diinisiasi oleh Kelompok Tani Bonsai The Max 30 CM Indonesia Cabang Mataram.

Rangkaian kegiatan nasional tersebut berlangsung mulai 18 hingga 23 Mei 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus promosi seni bonsai mini kepada masyarakat luas. Adapun prosesi pembukaan resmi (opening ceremony) dijadwalkan akan digelar pada hari Jumat mendatang.

Daya Tarik Ukuran Mini: Praktis dan Lintas Generasi

Ketua Panitia Pelaksana, Rizaluddin Akbar, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta pada gelaran kali ini tergolong sangat tinggi. Pameran ini sukses menyedot perhatian para pebonsai dari empat provinsi lintas wilayah, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah.

“Peserta dengan jumlah pohon yang sudah terdaftar saat ini sekitar 269 pohon,” ujar Rizaluddin.

Lebih lanjut, Rizal menjelaskan bahwa konsep utama dari Road To The Max adalah menonjolkan keunikan bonsai berukuran kompak dengan batasan tinggi yang spesifik. Kategori yang dikompetisikan dibagi menjadi dua kelas utama:

  • The Max (Kelas Utama): Maksimal tinggi pohon 30 sentimeter ke bawah.
  • The Max Plus: Tinggi pohon berkisar antara 31 hingga 60 sentimeter.

Menurutnya, tanaman hias berukuran mini ini memiliki keunggulan komparatif karena sifatnya yang praktis, sederhana, dan tidak memerlukan lahan luas untuk perawatan. Kelebihan inilah yang membuat bonsai mini sangat potensial untuk digemari oleh semua kalangan.

“Bonsai kecil ini simpel, ringan, tidak mengambil tempat yang luas, dan bisa diakses oleh semua generasi, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” jelasnya.

Misi Ekologis dan Penguatan Ekonomi Kreatif

Di balik keindahan bentuknya, pameran ini membawa misi lingkungan yang mendalam. Panitia secara konsisten mendorong para pebonsai untuk beralih ke ranah budidaya mandiri ketimbang mengeksploitasi tanaman langsung dari habitat aslinya. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan ekosistem alam.

“Harapan kami, dengan adanya event ini bisa mengurangi aktivitas mendongkel di alam liar. Kami ingin memprioritaskan pengembangan lewat jalur budidaya,” tegas Rizal.

Selain dampak positif terhadap kelestarian alam, ajang ini diproyeksikan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif masyarakat. Melalui ruang pameran seperti ini, pasar bonsai baru akan terbentuk dan menciptakan perputaran ekonomi yang menjanjikan bagi para perajin dan pembudidaya lokal.

“Dari hasil budidaya itu kita kemas lewat sebuah event pameran yang tentunya memiliki pangsa pasar tersendiri. Harapannya, nilai ekonomi dari bonsai ini akan semakin terdongkrak,” tambahnya.

Sistem Penilaian Ketat Berstandar Nasional

Sebagai ajang bergengsi, penentuan pemenang dalam kontes ini tidak dilakukan sembarangan. Presiden Kelompok Tani Bonsai The Max 30 CM Indonesia, I Made Suka, menegaskan bahwa pihaknya melibatkan tim juri nasional untuk menjaga objektivitas kompetisi.

Potret I Made Suka selaku juri nasional kontes bonsai mengenakan seragam hijau bertuliskan JURI dan topi fedora di lokasi acara Road To The Max Mataram 2026.

Presiden Kelompok Tani Bonsai The Max 30 CM Indonesia, I Made Suka, saat wawancara dengan media di sela penilaian kontes pada event Road To The Max Mataram 2026.

I Made Suka memaparkan ada empat aspek utama yang menjadi acuan mutlak tim juri dalam menilai kelayakan sebuah bonsai:

Aspek Penilaian Deskripsi Kriteria
Gerak Dasar Menilai anatomi pohon secara detail, mulai dari perakaran, batang utama, hingga struktur percabangan.
Penampilan Menilai impresi estetika dan keindahan visual pohon secara keseluruhan saat dipajang.
Keserasian Menilai proporsi, keseimbangan tata letak, serta kesesuaian antara pohon dengan pot yang digunakan.
Kematangan Menilai kesan tua, karakter kulit pohon, dan tingkat pertumbuhan yang ideal menyerupai pohon asli di alam.

“Gerak dasar itu meliputi akar, batang, dan cabang. Intinya adalah keseluruhan karakter dan jiwa dari pohon tersebut,” pungkas I Made Suka.

Melalui penyelenggaraan Road To The Max Mataram 2026, ia berharap event ini dapat menjadi media edukasi yang efektif, sekaligus memperluas basis peminat dan komunitas bonsai mini di seluruh penjuru Indonesia.

Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.