NTB Bidik Tiga Besar Nasional KIP 2026

Daftar Isi
Jajaran PPID Pemprov NTB berfoto bersama usai rapat koordinasi persiapan E-Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026 di Mataram

Jajaran PPID Pemprov NTB menggelar rapat koordinasi persiapan Monitoring dan Evaluasi Elektronik Keterbukaan Informasi Publik (E-Monev KIP) 2026 guna memperkuat layanan informasi publik dan menargetkan tiga besar nasional.

MATARAM, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai mematangkan persiapan menghadapi Monitoring dan Evaluasi Elektronik (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2026 yang akan dilaksanakan Komisi Informasi Pusat mulai akhir Mei 2026.

Melalui rapat koordinasi yang digelar Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama Pemprov NTB pada Senin (11/05/2026), pemerintah provinsi menargetkan NTB kembali masuk jajaran provinsi terbaik nasional dalam E-Monev Keterbukaan Informasi Publik, minimal menempati posisi tiga besar nasional.

Pemprov NTB Perkuat Sistem Keterbukaan Informasi

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan seluruh PPID pelaksana di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan kualitas pengelolaan, penyajian, dan pelayanan informasi publik, terutama terkait kelengkapan serta kesesuaian dokumen yang diunggah dalam sistem E-Monev.

“Catatan penting dalam evaluasi sebelumnya adalah masih ditemukannya ketidaksesuaian data yang diunggah oleh OPD," ungkap Ahsanul didampingi Kabid IKP Savrudin, MH.

Menurut Juru Bicara Pemprov NTB itu, tantangan tahun ini semakin kompleks seiring perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang menyebabkan sejumlah OPD bergabung sehingga membutuhkan penyesuaian data dan informasi secara menyeluruh.

PPID OPD Diminta Lengkapi Data E-Monev

Sebagai langkah pembenahan, Pemprov NTB akan melakukan sejumlah penguatan dari sisi sistem layanan informasi publik. Salah satunya melalui pembaruan tampilan website PPID dengan mengangkat identitas lokal NTB melalui desain rumah adat.

Selain itu, akses dokumen publik nantinya dibuat lebih mudah karena masyarakat dapat langsung mengakses dokumen tanpa harus melalui layanan pihak ketiga seperti Google Drive.

Pemprov NTB juga mulai memperluas penyebaran informasi publik melalui berbagai platform media sosial agar pelayanan informasi dapat menjangkau masyarakat lebih cepat dan luas.

Meski demikian, evaluasi internal masih menemukan sejumlah kelemahan. Beberapa OPD tercatat belum melengkapi sejumlah dokumen pada tahun 2025. Kondisi itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk segera dibenahi sebelum pelaksanaan E-Monev nasional.

Ke depan, seluruh OPD diarahkan menggunakan sistem penyimpanan terintegrasi milik Pemprov NTB atau storage ntbprov guna memperkuat integrasi data antar perangkat daerah.

NTB Optimistis Kembali Jadi Provinsi Informatif

Ahsanul menegaskan, keberhasilan meraih predikat provinsi informatif tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga koordinasi dan komitmen seluruh OPD dalam menyediakan informasi publik yang akurat, terbuka, dan mudah diakses masyarakat.

“PPID di masing-masing OPD agar tetap memperkuat koordinasi komunikasi agar kekurangan dan kendala segera kita perbaiki bersama,” harap Ahsanul.

Dengan berbagai langkah perbaikan tersebut, Pemprov NTB optimistis mampu meningkatkan kualitas pelayanan keterbukaan informasi publik sekaligus mengembalikan posisi NTB sebagai salah satu provinsi paling informatif di Indonesia.

Penguatan layanan PPID dan sistem keterbukaan informasi publik di NTB diharapkan mampu meningkatkan transparansi pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.