UMKM Lombok Siap Bersinar di “Persit Bisa 2” Jakarta
Perajin Persit Korem 162 PD IX/Udayana menyeleksi dan menyiapkan kain Tenun Pringgasela khas Lombok sebelum diberangkatkan ke ajang Persit Bisa 2 di Jakarta.
LOMBOKEPO, MATARAM – Produk unggulan Lombok siap unjuk gigi di panggung nasional. Tenun Pringgasela, Tas Ketak, dan Mutiara Lombok sebagai bagian dari produk UMKM Lombok akan tampil dalam ajang “Persit Bisa 2” di Balai Kartini, Jakarta, 7–9 Mei 2026.
Tiga produk unggulan yang telah lolos kurasi—Tenun Pringgasela, Tas Ketak, dan Mutiara Lombok—resmi diberangkatkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Lembar menuju Tanjung Priok dengan estimasi perjalanan ±48–52 jam (2 hari 2 malam).
Ketua Persit KCK Koorcab Rem 162 PD IX/Udayana, Ny. Endang S. Arief, mengatakan bahwa seluruh produk yang dibawa merupakan hasil seleksi terbaik dengan kualitas unggulan.
Baca juga:
Danrem 162/WB Pimpin Sertijab, Perkuat Soliditas Prajurit
“Keikutsertaan dalam ajang Persit Bisa 2 ini kami harapkan menjadi batu loncatan agar produk UMKM Lombok semakin dikenal luas di tingkat nasional,” ujarnya.
UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, sektor UMKM menyumbang sekitar 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap lebih dari 96% tenaga kerja nasional. Di Nusa Tenggara Barat sendiri, ribuan pelaku UMKM bergerak di sektor kerajinan, termasuk tenun, anyaman, dan perhiasan.
Keikutsertaan Persit Korem 162 dalam ajang ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar bagi produk lokal, sekaligus mendorong produk UMKM Lombok dan kerajinan khas NTB menembus pasar yang lebih luas.
Produk Berbasis Budaya dengan Nilai Tambah Tinggi
Tenun Pringgasela dikenal sebagai salah satu warisan kerajinan Lombok Timur yang proses pembuatannya bisa memakan waktu 2 hingga 4 minggu per lembar, tergantung kompleksitas motif. Motif yang ditampilkan kali ini mengangkat akulturasi budaya Makassar dan Bugis, memperkaya nilai historis sekaligus estetika.
Tas Ketak, yang berbahan dasar tanaman liar khas Lombok, kini dikembangkan dengan desain modern. Dalam satu bulan, perajin mampu memproduksi puluhan unit tas, tergantung tingkat kerumitan. Nilai jualnya pun meningkat signifikan setelah dipadukan dengan desain kontemporer dan sentuhan Mutiara Mabe.
Baca juga:
Gem Pearls Lombok, Showroom Mutiara Lombok Berkualitas di Meninting Lombok Barat
Sementara itu, Mutiara Lombok yang telah dikenal di pasar ekspor, memiliki nilai jual mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per item, tergantung ukuran, kilau, dan desain. Khusus Mutiara Mabe, bentuk setengah bulatnya memberikan karakter unik yang banyak diminati pasar premium.
Ny. Endang S. Arief menambahkan, inovasi menjadi kunci agar produk tradisional tetap relevan di pasar modern.
“Produk yang ditampilkan merupakan hasil kurasi terbaik. Setiap item memiliki keunikan dan nilai lebih dibandingkan produksi harian,” tambahnya.
Target Pasar & Optimisme Nasional
Dalam ajang “Persit Bisa 2”, panitia menargetkan kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pecinta fashion, kolektor kerajinan, hingga buyer potensial. Untuk itu, UMKM Persit Korem 162 telah menyiapkan stok produk dalam jumlah besar guna memenuhi permintaan pasar selama pameran berlangsung.
“Dengan persiapan matang dan kualitas produk yang kompetitif, kami optimistis produk-produk ini akan menjadi salah satu primadona di pameran,” tutup Ny. Endang.
Lokasi Booth
- Tenun Pringgasela: Booth 17
- Tas Ketak & Mutiara Lombok: Booth 64
Kunjungi ajang “Persit Bisa 2” di Balai Kartini, Jakarta, dan dukung langsung produk lokal Lombok.
Produk lokal, kualitas nasional—Lombok siap bersaing di panggung Indonesia dan pasar nasional.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar