Gubernur Iqbal Dukung Sensus Ekonomi 2026

Daftar Isi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menandatangani papan dukungan dan komitmen pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menandatangani deklarasi dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai bentuk komitmen memperkuat pembangunan daerah berbasis data yang akurat dan terpercaya.

MATARAM (Lombokepo)– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menilai keberadaan data ekonomi yang akurat menjadi faktor penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Pemprov NTB Dorong Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Dukungan Pemprov NTB untuk Sensus Ekonomi 2026

Menurut Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal tersebut, pemerintah daerah sejak awal telah berkomitmen mendukung pelaksanaan sensus ekonomi karena hasil pendataan akan menjadi pijakan dalam menentukan arah pembangunan dan strategi penguatan ekonomi daerah.

“Data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan itu disampaikan saat mengikuti pemaparan Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Dr. Sonny Harry Budiutomo Harmadi, terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan bahwa sensus akan mencakup seluruh aktivitas usaha, mulai dari skala mikro hingga perusahaan besar, guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian nasional maupun daerah.

BPS menerangkan proses pendataan dilakukan secara komprehensif. Selain melalui pengisian kuesioner secara daring, petugas juga akan mendatangi langsung pelaku usaha yang belum terdata. Pendekatan ini diperkuat dengan penggunaan teknologi geotagging untuk memastikan akurasi lokasi usaha dan meningkatkan kualitas basis data ekonomi.

Jumlah Usaha di NTB Terus Bertumbuh

Dalam pemaparan tersebut, BPS juga menampilkan tren pertumbuhan usaha di NTB yang menunjukkan perkembangan positif. Jumlah unit usaha di daerah ini diperkirakan mencapai sekitar 658 ribu pada tahun 2026, meningkat dibandingkan sekitar 544 ribu unit pada 2006. Sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.

Data tersebut dipaparkan BPS RI dalam kegiatan sosialisasi dan dukungan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di NTB.

Selain itu, sektor pariwisata disebut tetap memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTB. Kehadiran ajang MotoGP di Mandalika sejak 2022 dinilai turut memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan tingkat hunian hotel, sekaligus memperkuat citra NTB sebagai destinasi sport tourism internasional.

Data Akurat Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam merancang berbagai program pembangunan, termasuk penguatan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan sektor unggulan daerah.

Baca Juga: Gubernur NTB: Desa Berdaya Tematik Perkuat Ekonomi Desa

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi yang ada.

“Pembangunan yang baik harus didukung data yang baik. Karena itu, partisipasi seluruh masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data berkualitas yang dapat dimanfaatkan bagi kemajuan daerah dan bangsa,” katanya.

Pemprov NTB optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan memperkuat perencanaan pembangunan berbasis data, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, serta mendukung terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia melalui kebijakan yang lebih terukur dan inklusif.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat. Publisher: PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar