Orado Mataram Jaring Atlet Domino, Bidik Talenta Menuju PON 2028

Ketua ORADO Kota Mataram I Gusti Agung Bagus Dwipayana menyampaikan sambutan saat pembukaan Turnamen Cakra Mini ORADO di Kecamatan Cakranegara, Selasa (30/6/2026). Turnamen ini menjadi bagian dari proses pembinaan dan seleksi atlet domino menuju tingkat kota hingga nasional.
MATARAM (Lombokepo) – ORADO Kota Mataram mulai menjaring atlet domino melalui turnamen tingkat kecamatan sebagai bagian dari pembinaan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Program tersebut menjadi langkah awal membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang sekaligus mempersiapkan talenta-talenta baru dari Kota Mataram.
Baca Juga: Pengurus ORADO NTB Periode 2026–2029 Resmi Dilantik
Turnamen ORADO yang digelar di Taman Bakso, Kota Mataram, Selasa (30/6/2026), menjadi tahapan awal penjaringan atlet domino dari tingkat kecamatan sebelum memasuki seleksi tingkat kota. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memetakan potensi atlet dari setiap kecamatan sebelum mengikuti seleksi di tingkat kota.
ORADO Bangun Pembinaan Atlet dari Tingkat Kecamatan
Ketua ORADO Kota Mataram, I Gusti Agung Bagus Dwipayana, mengatakan pembinaan atlet memang sengaja dimulai dari level paling bawah agar proses seleksi berjalan lebih terukur.
"Turnamen ini bukan sekadar mencari juara. Kami sedang membangun fondasi pembinaan atlet. Seleksi dilakukan mulai tingkat kecamatan sebelum nantinya ditetapkan atlet terbaik Kota Mataram yang dipersiapkan mengikuti event nasional hingga PON," ujarnya.
Menurut Bagus, Kota Mataram menargetkan dapat menyumbangkan empat hingga lima atlet terbaik untuk memperkuat kontingen NTB. Pola pembinaan yang sama juga diterapkan di seluruh kabupaten dan kota sehingga setiap daerah memiliki stok atlet yang siap mengikuti seleksi tingkat provinsi.
Ia menjelaskan, pembentukan kepengurusan ORADO di daerah merupakan tindak lanjut Deklarasi Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PB ORADO yang digelar di Jakarta pada Januari 2026. Salah satu keputusan penting dalam forum tersebut adalah membangun sistem pembinaan atlet secara berjenjang melalui kepengurusan provinsi hingga kabupaten/kota.
"Alhamdulillah sekarang seluruh 10 kabupaten dan kota di NTB sudah memiliki kepengurusan, termasuk Kota Mataram. Dengan begitu, pembinaan atlet dapat berjalan secara serentak," katanya.
Di Mataram, proses penjaringan diawali melalui kompetisi di masing-masing kecamatan. Salah satunya digelar oleh Cakra ORADO (CADO) di Kecamatan Cakranegara sebagai bagian dari rangkaian seleksi menuju tingkat kota.
Bagus menilai, kehadiran ORADO juga membawa misi mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan domino. Selama ini domino sering dikaitkan dengan aktivitas negatif, padahal dalam olahraga prestasi seluruh pertandingan menggunakan aturan resmi, sistem penilaian yang jelas, serta menjunjung sportivitas.
"Yang ingin kami bangun adalah prestasinya. Domino adalah olahraga berpikir. Atlet lahir melalui latihan, disiplin, dan kompetisi yang sehat, bukan dari stigma negatif yang selama ini berkembang," tegasnya.
Seluruh pertandingan ORADO menggunakan The Law of Domino 101 sebagai regulasi resmi. Aturan tersebut mengatur tata tertib pertandingan, sistem perolehan poin, hingga mekanisme penentuan pemenang melalui akumulasi nilai minimal 101 poin.
Langkah pembinaan ini sejalan dengan gerakan nasional Domino Naik Kelas yang diusung PB ORADO. Melalui gerakan tersebut, domino didorong berkembang dari permainan tradisional menjadi cabang olahraga prestasi yang memiliki organisasi, regulasi, dan jenjang kompetisi yang jelas.
Ketua Panitia Turnamen, Ni Komang Puspita, berharap turnamen tingkat kecamatan dapat menjadi pintu lahirnya atlet-atlet baru yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
"Harapan kami ORADO semakin dikenal sebagai olahraga prestasi. Dari turnamen seperti ini diharapkan muncul atlet-atlet terbaik yang nantinya mengharumkan nama Kota Mataram," katanya.
Camat Cakranegara Dukung Pembinaan Atlet Domino
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Cakranegara. Camat Cakranegara, Irfan Syafindra Soeratin, menilai kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mencari bibit atlet sejak tingkat kecamatan.

Camat Cakranegara Irfan Syafindra Soeratin (kiri) mengikuti pertandingan domino bersama peserta saat Turnamen ORADO di Mataram, Selasa (30/6/2026). Turnamen tingkat kecamatan ini menjadi bagian dari penjaringan atlet domino Kota Mataram menuju ajang yang lebih tinggi.
"Kami berharap kegiatan ini mampu memunculkan atlet-atlet baru yang nantinya dapat mengharumkan nama Kota Mataram maupun Provinsi NTB pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON)," ujarnya.
Menurut Irfan, keberadaan ORADO memberi ruang bagi masyarakat untuk melihat domino dari sudut pandang yang berbeda. Permainan yang selama ini kerap dipersepsikan negatif kini berkembang menjadi olahraga yang mengandalkan strategi, konsentrasi, kemampuan membaca permainan, serta sportivitas.
"Ini sisi positif yang harus terus kita dorong. Domino bukan lagi sekadar permainan, melainkan wadah pembinaan olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Kami mendukung upaya ORADO mengembangkan potensi atlet sejak tingkat kecamatan hingga mampu bersaing di level nasional," katanya.
Dengan pembinaan yang dimulai dari tingkat kecamatan, ORADO Mataram berharap lahir atlet-atlet domino yang mampu bersaing di tingkat nasional. Penguatan organisasi setelah PB ORADO bergabung sebagai anggota KONI Pusat juga membuka peluang lebih besar bagi cabang olahraga ini untuk tampil pada ajang-ajang resmi, termasuk PON.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar