BBPOM dan IAI NTB Kampanye Buang Obat Aman

Petugas BBPOM di Mataram mengedukasi warga tentang pentingnya membuang obat sisa dan obat kedaluwarsa secara benar dalam kegiatan Program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO) di kawasan Car Free Day Jalan Udayana, Mataram, Minggu (5/7/2026).
MATARAM (Lombokepo) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram menggandeng Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membuang obat sisa dan obat kedaluwarsa secara benar melalui Program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO).
Edukasi tersebut digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (5/7/2026), sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah obat yang aman dan ramah lingkungan.
Baca Juga: BBPOM Mataram Perkuat Sinergi Dukung Pangan Aman dan MBG 2026
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan penyuluhan secara langsung kepada pengunjung CFD, membagikan media edukasi, menampilkan berbagai contoh produk obat, sekaligus membuka layanan pengumpulan obat sisa dan obat kedaluwarsa dari masyarakat.
Selain mencegah penyalahgunaan obat, masyarakat juga diingatkan mengenai dampak pembuangan obat sembarangan yang dapat mencemari lingkungan. Antibiotik yang dibuang tanpa prosedur yang benar bahkan berpotensi mempercepat munculnya resistensi antimikroba.
Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso, mengatakan pengelolaan sampah obat merupakan bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kualitas lingkungan.
"Program Ayo Buang Sampah Obat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sisa obat secara benar. Hal ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan obat di masyarakat sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi NTB, Agus Supriyanto, menyebut masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara membuang obat yang benar sehingga kolaborasi ini diharapkan menjadi solusi sekaligus sarana edukasi.
"Melalui program ini, masyarakat memiliki tempat yang tepat untuk mengembalikan obat yang sudah tidak digunakan sehingga dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan," katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, saat ini sebanyak 88 apotek di Pulau Lombok telah bergabung sebagai titik pengumpulan sampah obat. Keberadaan apotek tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menyerahkan obat sisa maupun obat kedaluwarsa agar dapat dikelola sesuai ketentuan.
Program ABSO juga menjadi bagian dari penguatan edukasi masyarakat mengenai penggunaan obat secara rasional. BBPOM bersama IAI NTB berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya mengelola obat yang tidak lagi digunakan sehingga risiko penyalahgunaan dapat ditekan dan pencemaran lingkungan dapat diminimalkan.
Melalui kolaborasi BBPOM di Mataram dan IAI NTB, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mengelola obat sisa terus meningkat. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang efektif.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media




Posting Komentar