Miq Iqbal Revitalisasi Pasar Kuta, Siap Jadi Penyangga Pariwisata Mandalika

LOMBOK TENGAH (Lombokepo) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai merevitalisasi Pasar Rakyat Kuta di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendukung rantai pasok sektor pariwisata.
Baca Juga: KK-NTB 2026 Dorong UMKM NTB Naik Kelas
Revitalisasi tidak hanya menyasar pembenahan fisik bangunan, tetapi juga penataan sistem pengelolaan pasar. Pemerintah menargetkan pasar tersebut menjadi lebih bersih, tertata, nyaman bagi pengunjung, sekaligus mampu memasok kebutuhan pangan segar hotel, restoran, dan pelaku usaha wisata di Mandalika.
Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal atau Miq Iqbal, saat meninjau langsung progres pekerjaan di Pasar Kuta, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, Pasar Kuta memiliki peran penting sebagai wajah ekonomi masyarakat di kawasan penyangga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Karena itu, penataan harus mampu meningkatkan kenyamanan tanpa menghilangkan identitas pasar tradisional yang juga menjadi daya tarik bagi wisatawan.
"Kita bantu tata letak dan perbaiki desainnya agar lebih rapi. Namun, nuansa pasar tradisional tetap harus dipertahankan karena pasar ini berada di kawasan wisata," ujar Miq Iqbal.
Salah satu perhatian utama gubernur ialah akses menuju area pasar. Ia meminta pintu masuk diperlebar sehingga arus pengunjung lebih lancar dan penyebaran pembeli ke seluruh lapak pedagang menjadi lebih merata.
Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB juga akan memperkuat tata kelola pasar agar lebih terintegrasi dengan ekosistem pariwisata Mandalika.
"Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan agar tata kelola pasar semakin baik. Harapannya, hasil dagangan segar dari pasar ini dapat langsung memasok kebutuhan restoran, hotel, dan pelaku usaha pariwisata di sekitar kawasan," jelasnya.
Pembenahan Akses, Sanitasi, dan Zonasi Pedagang
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPRPKP Provinsi NTB, Dewi, mengatakan pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembukaan akses masuk, peningkatan sanitasi, hingga penyempurnaan fasilitas dasar pasar.
"Pekerjaan lanjutan meliputi pembongkaran sebagian tembok untuk memperlebar akses masuk, pengecatan, pembenahan sanitasi kamar mandi, hingga pekerjaan beton pada sejumlah titik," katanya.
Area penjualan ikan, daging, dan ayam yang sebelumnya belum berfungsi maksimal juga akan diaktifkan kembali melalui pekerjaan penimbunan serta pengecoran lantai agar dapat dimanfaatkan pedagang.
Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah turut melakukan penataan zonasi dengan memindahkan pedagang sayur dan buah yang selama ini berjualan di luar ke dalam area pasar. Sementara bagian depan pasar akan difungsikan sebagai kawasan toko mutiara dan area parkir terpadu untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Pedagang Sambut Positif Revitalisasi Pasar
Tokoh masyarakat kawasan selatan, Haji Bangun, menilai penataan zonasi akan menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh pedagang.
"Kalau semua pedagang masuk ke dalam pasar, pembeli juga akan masuk. Selama masih ada yang berjualan di luar, pedagang di dalam akan kesulitan mendapatkan pembeli. Penataan ini baik untuk semua," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Yuni, salah seorang pedagang Pasar Kuta. Ia mengaku senang karena berbagai keluhan pedagang langsung didengar oleh Gubernur NTB saat meninjau lokasi.
"Saya tadi menyampaikan langsung kepada Pak Gubernur mengenai atap lapak yang bocor dan beliau merespons dengan baik. Harapan kami, selain diperbaiki, kebersihan pasar juga terus dijaga agar pembeli semakin nyaman," katanya.
Melalui revitalisasi ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap Pasar Kuta berkembang sebagai pusat ekonomi rakyat yang mampu menopang kebutuhan sektor pariwisata Mandalika sekaligus meningkatkan pendapatan para pedagang lokal.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media



Posting Komentar