PAPPRI NTB Perkuat Ekosistem Musik dan Ekonomi Kreatif

Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri berfoto bersama Ketua Umum DPP PAPPRI Tony Wenas dan jajaran pengurus usai pelantikan DPD PAPPRI NTB serta DPC PAPPRI kabupaten/kota se-NTB periode 2025–2030 di Hotel Lombok Raya, Mataram. Pelantikan ini diharapkan memperkuat ekosistem musik, ekonomi kreatif, dan promosi pariwisata di NTB.
MATARAM (Lombokepo) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dengan menjadikan industri musik sebagai salah satu sektor strategis. Kehadiran Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) diharapkan mampu memperkuat ekosistem musik yang sehat, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pengungkit promosi pariwisata daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAPPRI NTB bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PAPPRI kabupaten/kota se-NTB periode 2025–2030 di Hotel Lombok Raya, Mataram, Selasa (7/7). Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas.
Dalam sambutannya, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran pengurus pusat PAPPRI di NTB serta mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
"Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh dedikasi dan menjadi awal lahirnya organisasi yang semakin kuat, profesional, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan seni musik di daerah kita," ujar Wagub Dinda.
Menurutnya, industri musik bukan hanya menjadi ruang ekspresi para seniman, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang mampu menciptakan lapangan usaha melalui berbagai rantai industri, mulai dari pencipta lagu, penyanyi, pemusik, produser, penyelenggara pertunjukan hingga pelaku usaha kreatif lainnya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB menempatkan pengembangan industri musik sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.
"Di balik sebuah karya musik terdapat nilai ekonomi, oleh karena itu, Pemerintah Provinsi NTB memandang pengembangan industri musik sebagai bagian dari strategi membangun ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi," jelasnya.
Selain memperkuat industri musik, Pemprov NTB juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan hak cipta. Menurut Wagub Dinda, kepastian hukum bagi para pelaku seni menjadi fondasi penting agar industri musik dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Ia berharap PAPPRI menjadi organisasi yang aktif meningkatkan pemahaman para musisi mengenai hak cipta, hak terkait, hingga sistem royalti.
"Dengan perlindungan yang baik, semangat berkarya akan terus tumbuh dan industri musik daerah akan berkembang secara berkelanjutan," tegasnya.
Wagub Dinda juga mengajak PAPPRI untuk terus mengangkat musik tradisional NTB sebagai identitas budaya yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata.
"Lagu-lagu daerah yang dikemas secara kreatif dapat menjadi identitas sekaligus media promosi destinasi wisata NTB. Ketika seni, budaya, dan pariwisata berjalan beriringan, manfaatnya akan dirasakan masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan semakin kuatnya citra NTB sebagai daerah yang kaya budaya dan kreativitas," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP PAPPRI, Tony Wenas, menilai NTB memiliki posisi penting dalam organisasi PAPPRI karena seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut telah membentuk kepengurusan DPC.
"NTB memiliki arti khusus bagi PAPPRI. Dari 10 kabupaten/kota, semuanya telah memiliki DPC PAPPRI. Ini menjadi modal besar untuk membangun organisasi yang kuat hingga ke daerah," ujar Tony.
Ia optimistis kepengurusan PAPPRI NTB periode 2025–2030 mampu menjadi motor penggerak kemajuan musisi daerah sekaligus memberi kontribusi bagi perkembangan industri musik nasional.
"Saya yakin kepengurusan PAPPRI NTB mampu menjalankan amanah ini dengan baik, memperkuat eksistensi musisi daerah, sekaligus berkontribusi bagi kemajuan musik Indonesia," katanya.
Di sisi lain, Ketua DPD PAPPRI NTB, Maskahyangan, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas seni, dan masyarakat selama lima tahun terakhir.
Berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari peringatan Hari Musik Nasional, penyelenggaraan Musyawarah Nasional PAPPRI 2022 di Mataram, bakti sosial, pencarian talenta muda, hingga pembinaan musisi jalanan.
Ke depan, PAPPRI NTB berkomitmen memperluas sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar ekosistem musik di NTB semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.
"Harapan kami, PAPPRI dapat terus menjadi wadah bagi seluruh insan musik NTB untuk berkarya, mengembangkan potensi, sekaligus mendukung program pembangunan daerah melalui seni dan budaya," pungkas Maskahyangan.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo




Posting Komentar