Polda NTB Gelar Doa Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Daftar Isi
Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja berfoto bersama tokoh lintas agama usai doa bersama menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di Polda NTB, Mataram.

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja bersama para tokoh agama Islam, Hindu, Kristen, Katolik, dan Buddha usai mengikuti doa bersama lintas agama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, Mataram, Selasa.

MATARAM (Lombokepo) – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Polda NTB menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk refleksi sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam menjaga keamanan daerah.

Baca Juga: Polda NTB Gelar Lomba Satpam Teladan Sambut Hari Bhayangkara ke-80

Kegiatan yang berlangsung di Tribun Bhara Daksa Polda NTB, menghadirkan jajaran pimpinan Polda NTB bersama tokoh agama dari berbagai keyakinan. Hadir dalam kesempatan tersebut Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, Wakapolda NTB, pejabat utama Polda NTB, serta perwakilan pemuka agama Islam, Hindu, Kristen Protestan, Katolik, dan Buddha.

Rangkaian doa dipimpin secara bergantian oleh masing-masing tokoh agama sesuai keyakinannya. Suasana berlangsung khidmat sebagai simbol kebersamaan dalam keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Doa Lintas Agama Jadi Refleksi Pengabdian Polri

Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja mengatakan, doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar spiritual menjelang Hari Bhayangkara. Menurutnya, memasuki usia ke-80, Polri tidak hanya merayakan perjalanan panjang institusi, tetapi juga melakukan refleksi atas tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa doa bersama merupakan bagian dari upaya membangun kekuatan moral dan spiritual seluruh personel Polri.

"Hari ini kita berikhtiar dan berdoa bersama lintas agama untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Polri tetap diberikan kekuatan, kemampuan serta kesempatan untuk berbuat kebaikan untuk masyarakat," kata Kapolda kepada awak media.

Ia menuturkan, peringatan Hari Bhayangkara merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh personel agar terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Menurut Kapolda, tantangan tugas kepolisian ke depan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi dengan tokoh agama dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Selain itu, keberagaman yang dimiliki Indonesia, khususnya di NTB, disebut sebagai kekuatan yang harus terus dirawat. Nilai toleransi dan saling menghormati diyakini mampu menjadi fondasi menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai dinamika yang berkembang.

"Doa bersama para tokoh dari lintas agama ini tentu memiliki makna yang mendalam. Karena keberagaman budaya dan agama yang kita miliki akan menjadi modal utama menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia tercinta ini," ujarnya.

Kapolda NTB Tekankan Pentingnya Persatuan dalam Keberagaman

Melalui kegiatan tersebut, Polda NTB berharap semangat kebersamaan yang terbangun tidak hanya terasa dalam peringatan Hari Bhayangkara, tetapi juga terus menjadi energi bersama dalam menciptakan keamanan, ketertiban, dan keharmonisan kehidupan masyarakat di Bumi Gora.

Polda NTB berharap doa bersama lintas agama tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan yang kondusif di Nusa Tenggara Barat.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat. Publisher: PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar