tvOne Minta Maaf ke Ponpes Al-Ishlahuddiny

Daftar Isi
Tim tvOne menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny dalam pertemuan silaturahmi di Lombok Barat.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny bersama para masyayikh, tuan guru, Kepala Kanwil Kemenag NTB, perwakilan alumni, tim tvOne, dan IJTI NTB menggelar silaturahmi sekaligus penyampaian permohonan maaf atas kekeliruan penggunaan visual pemberitaan di Lombok Barat, Minggu (19/7/2026).

LOMBOK BARAT (Lombokepo) – Polemik terkait penggunaan visual Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny dalam salah satu tayangan berita televisi nasional akhirnya diselesaikan secara damai. Penyelesaian dilakukan melalui pertemuan silaturahmi antara perwakilan tvOne dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny di Desa Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga: Kapolda NTB Nobar Piala Dunia dengan Wartawan

Dalam pertemuan tersebut, pihak tvOne menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan penggunaan gambar pondok pesantren pada pemberitaan dugaan kekerasan terhadap santri yang sempat menjadi perhatian publik. Pertemuan dihadiri koresponden tvOne Herman Zuhdi beserta tim, pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB, pengasuh pondok, para masyayikh, tuan guru, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, hingga perwakilan alumni dari berbagai kabupaten/kota di NTB.

Herman Zuhdi mengatakan kekeliruan tersebut menjadi bahan evaluasi agar proses produksi berita ke depan dilakukan dengan lebih cermat dan mengedepankan ketelitian.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan pemberitaan yang terjadi. Hal ini menjadi evaluasi bagi kami agar ke depan dapat lebih teliti dan berhati-hati dalam menyajikan informasi," ujar Herman Zuhdi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, tvOne telah menghapus dua tayangan yang sebelumnya viral dan menayangkan permohonan maaf secara terbuka melalui siaran berita. Selain itu, media tersebut juga akan memberitakan proses penyelesaian persoalan ini sekaligus memberikan ruang klarifikasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.

Direktur tvOne juga dijadwalkan mengunjungi Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny pada akhir Juli mendatang sebagai bagian dari penyelesaian persoalan tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny, TGH Mukhlis Ibrahim, menyampaikan apresiasi atas itikad baik tvOne yang datang langsung untuk meminta maaf dan melakukan klarifikasi di hadapan para tokoh pesantren serta alumni.

"Alhamdulillah, hari ini kami telah melakukan pertemuan bersama kru tvOne, para masyayikh, tuan guru, dan perwakilan alumni. Mereka telah menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan dalam pemberitaan tersebut," kata TGH Mukhlis Ibrahim.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, ketelitian dalam proses jurnalistik sangat penting karena kesalahan penyampaian informasi dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Harapannya ke depan pemberitaan dapat dilakukan dengan lebih baik, karena kesalahan dalam penyampaian berita bisa menimbulkan keresahan. Dengan adanya permohonan maaf ini, kami berharap persoalan ini menjadi solusi terbaik bagi semua pihak," ujarnya.

Sejalan dengan proses islah tersebut, Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny menerbitkan maklumat resmi yang ditujukan kepada jamaah, santri, alumni, dan simpatisan. Dalam maklumat tersebut ditegaskan bahwa pihak pondok menerima permohonan maaf tvOne atas kekeliruan teknis pemberitaan yang terjadi.

Maklumat tersebut juga mengimbau seluruh pihak agar tidak menggelar aksi unjuk rasa maupun tindakan lain yang mengatasnamakan pimpinan atau Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny terkait persoalan ini. Seluruh jamaah dan alumni diminta tetap menjaga keamanan, ketertiban, serta suasana yang kondusif.

Ketua IJTI NTB, Riadis Sulhi, menilai penyelesaian melalui dialog dan tabayun merupakan langkah yang tepat untuk mengakhiri polemik sekaligus menjaga hubungan baik antara semua pihak.

"Alhamdulillah, dengan bersilaturahmi dan bertabayun, semuanya menjadi lebih mudah," ujar Riadis Sulhi.

Ia juga mengapresiasi sikap terbuka yayasan dan pengurus pondok pesantren yang menerima proses klarifikasi dengan lapang dada.

"Terima kasih kepada pihak yayasan dan pengurus pondok pesantren yang berlapang dada menerima klarifikasi serta permintaan maaf ini. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak sekaligus menjadi langkah untuk semakin mempererat silaturahmi ke depan," tutupnya.

Dengan tercapainya kesepahaman tersebut, kedua belah pihak sepakat mengakhiri polemik secara damai. Penyelesaian ini diharapkan memulihkan nama baik Pondok Pesantren Al-Ishlahuddiny sekaligus menjadi pengingat pentingnya akurasi, verifikasi, dan kehati-hatian dalam menjalankan tugas jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat. Publisher: PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar