📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

GPM NTB Sasar Inflasi dari Rumah Tangga

Daftar Isi
Warga mengikuti Gerakan Pangan Murah Pemprov NTB di Pagutan Permai dengan membawa sayuran

Warga antusias mengikuti Gerakan Pangan Murah di Pagutan Permai, Mataram, yang menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.

MATARAM (Lombokepo) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Lingkungan Pagutan Permai, Mataram, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Pemprov NTB Ajukan KUA-PPAS APBD 2027

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan sekaligus menekan inflasi daerah. Namun, intervensi yang dilakukan tidak hanya menyasar harga pangan di pasar, melainkan juga pola konsumsi masyarakat di tingkat rumah tangga.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui operasi pasar yang bersifat sementara.

Menurutnya, pemerintah perlu mendorong masyarakat agar memiliki kemampuan memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus menerapkan pola konsumsi yang lebih bijak.

"Kegiatan ini merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah daerah. Namun, fokus kami bukan sekadar membagikan komoditas. Kami membagikan bibit cabai, salah satu pemicu inflasi mingguan, agar masyarakat terdorong melakukan budidaya mandiri di lahan pekarangan masing-masing," ujar Lalu Mirza di sela-sela kegiatan.

Ia menilai apabila kemandirian pangan dapat dimulai dari rumah tangga, tekanan terhadap harga sejumlah komoditas di tingkat konsumen dapat dikurangi.

Penanganan gejolak harga tersebut, kata Mirza, dilakukan sebagai bagian dari instruksi Gubernur NTB agar jajaran pemerintah daerah menghadirkan pelayanan publik yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

GPM di Pagutan Permai merupakan agenda pembuka dari empat kegiatan intervensi pasar yang dirancang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB sepanjang Agustus 2026.

Dorong Gerakan Stop Boros Pangan

Selain intervensi harga dan pasokan, Pemprov NTB juga mendorong gerakan Stop Boros Pangan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan.

Lalu Mirza menjelaskan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas, tetapi juga bagaimana masyarakat mengelola dan mengonsumsi makanan.

Masyarakat didorong berbelanja sesuai kebutuhan, mengambil makanan sesuai porsi, serta memanfaatkan sisa makanan secara bijak. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi pemborosan sekaligus menjaga efisiensi pengeluaran rumah tangga.

Terkait ketersediaan pangan menjelang peringatan hari besar keagamaan, termasuk Maulid Nabi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB memastikan stok komoditas utama dalam kondisi aman.

Khusus beras, ketersediaannya disebut masih mencukupi dan stok di gudang Bulog dalam kondisi melimpah. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Menurut pemerintah, kombinasi antara ketersediaan pasokan, pengendalian harga, serta edukasi pola konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan NTB.

GPM Buka Ruang Promosi UMKM

Sementara itu, Lurah Pagutan Barat, Irawan Kusumahadi, menilai pelaksanaan GPM memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Selain menyediakan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

"Harapan kami kegiatan ini bisa berlanjut dari tahun ke tahun karena memberikan manfaat besar. Selain membantu warga memperoleh bahan pangan berharga murah, acara ini menciptakan efek domino bagi UMKM lokal," kata Irawan.

Ia berharap produk-produk UMKM warga semakin dikenal sehingga dapat meningkatkan minat beli sekaligus memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.

Melalui GPM, gerakan Stop Boros Pangan, budidaya pangan di tingkat rumah tangga, serta pemberdayaan UMKM, Pemprov NTB berupaya membangun strategi pengendalian inflasi yang tidak hanya bersifat jangka pendek.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat NTB secara berkelanjutan.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Posting Komentar

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo