Hilirisasi dan Gili Tramena Jadi Fokus Transformasi Ekonomi NTB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran Komisi VII DPR RI usai pertemuan kunjungan kerja reses di Kantor Gubernur NTB, Selasa (11/8/2026).
MATARAM (Lombokepo) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Komisi VII DPR RI memperkuat sinergi untuk mendorong transformasi ekonomi daerah melalui hilirisasi, penguatan sektor pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja reses Komisi VII DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay saat bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Ruang Rapat Tambora, Kantor Gubernur NTB, Selasa (11/8).
Baca Juga: Investasi NTB Semester I Tahun 2026 Capai Rp. 33,73 Triliun
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memaparkan perkembangan ekonomi NTB yang dinilai semakin positif. Pertumbuhan ekonomi daerah, kata dia, tidak lagi semata bertumpu pada sektor pertambangan, tetapi mulai diperkuat sektor pertanian dan pariwisata.
Salah satu indikatornya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) NTB yang mencapai 132, meningkat dari sebelumnya 123 dan berada di atas rata-rata nasional sebesar 127.
Menurut Miq Iqbal, kondisi tersebut menunjukkan sektor pertanian semakin memberikan prospek ekonomi yang baik bagi petani, terutama pada subsektor hortikultura dan perkebunan.
“Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian kita memberikan return yang cukup baik bagi petani. Hortikultura dan perkebunan juga tumbuh cukup baik,” ujar Miq Iqbal.
Untuk memperbesar manfaat ekonomi tersebut, Pemprov NTB mendorong hilirisasi agar komoditas daerah tidak hanya diproduksi, tetapi juga diolah sehingga menghasilkan nilai tambah di dalam daerah.
Salah satunya sektor perikanan, khususnya udang vaname. Sebagian produksi komoditas tersebut masih dikirim ke luar NTB untuk diproses dan diekspor.
“Prioritas kami adalah mendorong investasi hilirisasi di NTB. Minimal sampai proses packing, sehingga dokumen dan status ekspornya dapat tercatat atas nama NTB,” jelasnya.
Dorong Pakan Mandiri dan Sapi Perah Sembalun
Di sektor peternakan, pemerintah juga mendorong pengembangan pakan mandiri berbasis potensi lokal untuk menekan biaya produksi.
Jagung menjadi salah satu bahan utama, sementara kelor dikaji sebagai bahan alternatif karena ketersediaannya melimpah dan memiliki kandungan nutrisi.
“Kita ingin melihat bagaimana kelor dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan dari luar,” katanya.
Selain pengembangan industri pakan skala lokal, Pemprov NTB mendorong kawasan percontohan sapi perah terintegrasi di Sembalun. Konsep tersebut mencakup rantai produksi mulai dari pakan dan pembibitan hingga pengolahan susu serta produk turunannya.
NTB Dorong Quality Tourism
Di sektor pariwisata, Gubernur menyampaikan kunjungan wisatawan ke NTB terus menunjukkan tren positif.
Namun, pemerintah tidak hanya mengejar jumlah kunjungan. Pengembangan pariwisata diarahkan pada konsep quality tourism dengan memperhatikan lama tinggal, belanja wisatawan, keberlanjutan lingkungan, serta pelestarian budaya.
“Yang kita kejar bukan hanya jumlah wisatawan, tetapi kualitas wisatawan, lama tinggal, dan belanjanya. Pada saat yang sama kita harus memastikan budaya lokal dan daya dukung lingkungan tetap terjaga,” tegas Miq Iqbal.
Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Gili Tramena, yang mencakup Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Miq Iqbal menegaskan, pengembangan kawasan tersebut harus disertai penyelesaian sejumlah persoalan mendasar, termasuk status kawasan, lahan, air bersih, dan sampah.
Pemprov NTB bersama pemerintah pusat dan sejumlah lembaga terkait tengah mengupayakan penyelesaian status kawasan secara menyeluruh.
“Kami ingin persoalan ini selesai pada akhir tahun. Penyelesaiannya harus one for all, semua kita selesaikan, baik dari sisi hukum maupun konservasi,” jelas Miq Iqbal.
Untuk mendukung pengembangan kawasan, Pemprov NTB juga menyiapkan solusi air bersih melalui sistem beach well. Sementara pengelolaan sampah diarahkan menggunakan teknologi pengolahan yang disesuaikan dengan karakter wilayah kepulauan.
Komisi VII Siap Kawal Aspirasi NTB
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi paparan Gubernur NTB dan menilai Gili Tramena memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara.
Menurutnya, kawasan tersebut dapat menjadi salah satu destinasi yang memperluas pemerataan kunjungan wisatawan di luar Bali.
“Wisatawan yang datang dari luar negeri jangan hanya mengenal Bali. Destinasi seperti Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan juga harus kita arahkan menjadi bagian dari perjalanan wisata mereka,” katanya.
Saleh memastikan berbagai aspirasi Pemprov NTB akan menjadi bahan pembahasan Komisi VII bersama kementerian dan lembaga mitra.
Aspirasi tersebut mencakup pengembangan pariwisata, infrastruktur, lingkungan, air bersih, pengelolaan sampah, hingga penguatan industri pakan lokal dan UMKM.
Sinergi Pemprov NTB dan Komisi VII DPR RI diharapkan mampu memastikan potensi daerah tidak berhenti sebagai sumber daya, tetapi berkembang menjadi nilai tambah, investasi, lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui hilirisasi, penguatan sektor pangan, dan pengembangan pariwisata berkualitas, NTB terus mendorong transformasi ekonomi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar