📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

HUT RI ke-81, Iqbal Kenakan Pakaian Manggarai untuk Solidaritas NTT

Daftar Isi
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengenakan pakaian adat Manggarai saat upacara HUT RI ke-81

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengenakan pakaian adat Manggarai saat memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Bumi Gora, Mataram, Senin (17/8/2026). Pakaian adat tersebut menjadi simbol solidaritas NTB untuk masyarakat NTT yang terdampak gempa.

MATARAM (Lombokepo) – Upacara Detik-Detik Proklamasi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (17/8), berlangsung khidmat.

Namun, di balik suasana sakral peringatan kemerdekaan, terselip pesan kemanusiaan yang kuat untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi bencana gempa bumi berkekuatan M7,7.

Baca Juga: Miq Iqbal Kukuhkan Paskibraka NTB 2026

Bertindak sebagai inspektur upacara, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal tampil mengenakan pakaian adat Manggarai, NTT. Ia didampingi Ketua TP PKK NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal.

Pilihan busana tersebut bukan sekadar simbol budaya. Gubernur Iqbal menjadikannya sebagai bentuk solidaritas NTB terhadap masyarakat Manggarai yang sedang menghadapi bencana.

“Pakaian adat Manggarai ini kami kenakan sebagai bentuk solidaritas kepada masyarakat Manggarai yang sedang menghadapi bencana. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Manggarai tidak sendiri. Kita bersama-sama dengan mereka dalam situasi sulit ini,” ujar Gubernur Miq Iqbal usai upacara.

Pesan solidaritas itu semakin terasa ketika seluruh peserta upacara yang terdiri dari unsur TNI-Polri, ASN, pelajar, masyarakat, dan tamu undangan mengikuti rangkaian upacara dengan penuh khidmat.

Detik-detik Proklamasi menjadi momentum untuk kembali memaknai kemerdekaan sebagai persatuan, kebersamaan, dan rasa senasib sebagai satu bangsa.

Suasana semakin sakral ketika Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi NTB menjalankan tugasnya dengan sukses. Para putra-putri terbaik yang merupakan perwakilan pelajar SMA/SMK sederajat dari kabupaten/kota se-NTB melaksanakan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan penuh disiplin dan kehormatan.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu puncak upacara sekaligus menggambarkan wajah generasi muda NTB yang berdiri tegak membawa amanah bangsa.

Di lapangan itu, Merah Putih bukan hanya dikibarkan sebagai simbol kemerdekaan, tetapi juga menjadi pengikat rasa persaudaraan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Iqbal Hibur Anak Korban Gempa

Usai memimpin upacara, Gubernur Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri dan Sinta Agathia kemudian menghampiri masyarakat asal NTT yang menggelar aksi teatrikal di luar halaman Kantor Gubernur NTB.

Para peserta membentangkan spanduk bertuliskan #PRAYFORNTT serta logo “Solidaritas KR–BNN Bali–NTB–NTT” sebagai bentuk keprihatinan dan dukungan terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.

Tanpa sekat protokoler, Iqbal bersama Umi Dinda dan Sinta Agathia berinteraksi langsung dengan para peserta.

Suasana haru terasa ketika Gubernur menghampiri seorang anak laki-laki yang tampak menangis. Iqbal mengusap air mata anak tersebut dan berusaha menenangkannya.

“Jangan menangis. Kuat ya,” ujar Iqbal.

Gubernur kemudian memeluk anak tersebut seraya menyampaikan pesan agar tetap kuat menghadapi situasi yang sedang terjadi.

“Kuat ya, kita bersama-sama ya,” katanya.

Momen sederhana itu menjadi gambaran nyata dari pesan solidaritas yang sebelumnya disampaikan Gubernur dalam upacara. Di tengah duka akibat bencana, kehadiran dan pelukan menjadi bahasa kemanusiaan yang tidak membutuhkan banyak kata.

Setelah aksi teatrikal, Gubernur Iqbal mengajak para peserta dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi masyarakat NTT yang terdampak gempa.

“Melalui momentum ini, secara khusus saya mengajak seluruh peserta upacara untuk mendoakan warga Nusa Tenggara Timur yang dilanda gempa bumi,” kata Gubernur.

Ia mendoakan agar masyarakat terdampak diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara korban jiwa mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

NTB Paham Arti Solidaritas

Bagi Iqbal, solidaritas bukan sekadar ungkapan belasungkawa. NTB yang pernah mengalami gempa dahsyat pada 2018 memahami bagaimana rasanya berada dalam situasi kehilangan, ketakutan, dan ketidakpastian.

“Tahun 2018 kita menghadapi gempa luar biasa di NTB. Kita adalah salah satu daerah yang paling tahu rasanya menghadapi situasi berat seperti itu. Kita paling paham bagaimana pentingnya solidaritas dari saudara-saudara kita,” ujarnya.

Pesan persaudaraan itu kemudian tergambar dalam aksi anak-anak muda yang menggambarkan hubungan persaudaraan NTB, NTT, dan Bali.

Mereka menyampaikan pesan bahwa ketika satu saudara tertimpa bencana, saudara lainnya tidak boleh berpaling.

Dalam suasana duka yang tengah dirasakan masyarakat NTT, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa persaudaraan harus hadir untuk saling menguatkan, membantu, dan memastikan mereka yang sedang menghadapi bencana tidak merasa sendirian.

Bagi NTB, pesan tersebut bukan sekadar rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT RI ke-81. Ia menjadi cermin makna kemerdekaan yang dirayakan hari itu.

Kemerdekaan tidak hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang kesediaan untuk berdiri bersama ketika saudara sebangsa sedang menghadapi kesulitan.

“Satu sakit, yang lain ikut merasakan sakit. Kita bangun rasa persaudaraan dan solidaritas antardaerah,” tegas Gubernur Iqbal.

Satu NTB untuk Misi Kemanusiaan

Semangat tersebut juga menjadi dasar langkah kemanusiaan Pemprov NTB dalam membantu penanganan bencana di NTT.

Berbagai unsur dikerahkan dalam satu misi kemanusiaan, mulai dari BPBD, TNI-Polri, tenaga kesehatan, rumah sakit, perguruan tinggi, dunia usaha hingga relawan.

“Ini yang hadir bukan lagi atas nama instansi, melainkan atas nama satu NTB,” kata Gubernur.

Dari Lapangan Bumi Gora pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, pesan itu menemukan maknanya: kemerdekaan dirayakan dengan mengibarkan Merah Putih, tetapi kemanusiaan diwujudkan dengan mengulurkan tangan.

NTT tidak sendiri. NTB bersama mereka.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat. Publisher: PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo