Pemprov NTB Kirim Logistik dan Tim Tanggap Darurat ke NTT

MATARAM (Lombokepo) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengirimkan bantuan logistik dan tim tanggap darurat untuk membantu penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses penanganan darurat, pelayanan kesehatan, penjangkauan psikososial, hingga penyaluran logistik dan peralatan medis di wilayah terdampak.
Baca Juga: Pemprov NTB Ajukan KUA-PPAS APBD 2027
Pelepasan armada logistik dan tim tanggap bencana dipimpin Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB, Minggu (16/8/2026).
Pelepasan bantuan turut dihadiri Wakil Gubernur NTB, Sekda NTB, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD Provinsi NTB, instansi vertikal, BUMN/BUMD, serta sejumlah lembaga kemanusiaan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, pengiriman bantuan logistik dan tim kemanusiaan tersebut merupakan bentuk empati NTB terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana.
“Kurang dari 24 jam sejak terjadi gempa tim kita sudah siap,” kata Miq Iqbal.
Menurutnya, sejak gempa terjadi, Pemprov NTB langsung menyiagakan sekitar 30 armada kendaraan yang didukung anggaran operasional dan logistik.
Kesiapan tersebut, kata dia, tidak hanya menunjukkan kepedulian NTB terhadap korban bencana di NTT, tetapi juga menjadi bukti kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana.
“Ini juga membuktikan bahwa kita NTB memiliki kesiapsiagaan dalam hal menangani bencana,” ujarnya.
Logistik Dipusatkan di Bima
Miq Iqbal menjelaskan, sebagian besar bantuan logistik, khususnya bahan makanan pokok, disiapkan di Bima. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengefisienkan biaya distribusi menuju NTT.
Menurutnya, pola serupa juga dilakukan daerah lain yang turut memberikan bantuan, termasuk Pemerintah Provinsi Bali yang menyiapkan logistik di Bima sebelum dikirim menggunakan kapal menuju NTT.
“Sebagian besar logistik berupa makanan kita siapkan di Bima agar efisien. Sementara bantuan yang disiapkan di Mataram berupa obat-obatan yang merupakan hasil sumbangan dari sejumlah pihak,” jelasnya.
Selain logistik, Pemprov NTB juga mengirimkan alat berat dan sejumlah kendaraan untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan sekaligus membuka akses jalan yang terputus akibat bencana.
Bantuan tersebut nantinya disalurkan melalui sejumlah posko, terutama di wilayah Labuan Bajo dan Ende. Penyaluran akan difokuskan ke wilayah yang mengalami kerusakan paling parah, termasuk kawasan Manggarai.
Pengalaman penanganan gempa Lombok pada 2018 menjadi salah satu modal bagi NTB dalam memberikan bantuan. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai kebutuhan penanganan permukiman yang rusak hingga pemulihan trauma masyarakat, khususnya anak-anak.
Puluhan Ton Beras hingga Peralatan Kesehatan
Berdasarkan data yang dihimpun, bantuan yang dikirim berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah, lembaga, perguruan tinggi, BUMN, serta pihak swasta.
Dinsos P3A dan RS Universitas Mataram mengirimkan susu, sarden, abon, mi instan, pembalut, terpal, tenda, serta paket obat dan kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi NTB mengirimkan 37 unit emergency kit type A, 20 ibu hamil kit, 16 PUS kit, 20 bayi baru lahir kit, 16 ibu bersalin kit, 110 personal hygiene kit, dan 23 family kit.
Selain itu, bantuan Dinas Kesehatan NTB mencakup dua tenda pelayanan kesehatan, dua tenda posko, 10 veltbed, serta meja dan kursi lipat.
PMI Provinsi NTB turut menyerahkan bantuan berupa hygiene kit, terpal, matras, dan selimut. Sementara Poltekkes Kemenkes Mataram mengirimkan popok bayi, pembalut wanita, pakaian dalam, biskuit/regal, dan mi instan.
Bank Mandiri juga menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta berupa susu, pampers bayi, mi instan, minyak goreng, gula pasir, air mineral, tenda, selimut, tikar, dan matras.
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB mengirimkan cadangan beras Pemprov NTB sebanyak 21 ton, sedangkan Bulog mengirimkan 3 ton beras.
Bantuan lainnya berasal dari AMNT berupa 10 ton beras dan selimut, serta PT Narmada Awet Muda yang menyediakan air mineral gelas.
Khusus BPBD Provinsi NTB mengirimkan 125 paket sembako, 100 lembar tikar, 175 dus air mineral, mi instan, paket pangan, terpal, dan tikar.
79 Personel Dikirim ke NTT
Selain bantuan logistik, Pemprov NTB mengerahkan 79 personel untuk mendukung penanganan darurat di wilayah terdampak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 orang merupakan tim medis, yang terdiri atas dokter spesialis, dokter, perawat, bidan, apoteker, dan psikolog.
Tim medis tersebut berasal dari Dinas Kesehatan NTB dan rumah sakit lingkup Provinsi NTB sebanyak 53 orang, RS Universitas Mataram 13 orang, serta Dinas Kesehatan Kota Mataram sebanyak empat orang.
Sementara personel tanggap darurat di luar tim medis berasal dari BPBD NTB, Dinas PUPRPKP NTB, dan Dinas Sosial P3A NTB.
Untuk mendukung mobilitas tim dan distribusi bantuan, sebanyak 30 unit kendaraan diberangkatkan. Armada tersebut terdiri atas mobil rescue, Navara, Hiace, ambulans, dapur umum, truk, ekskavator, dan Innova.
Pengiriman bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya NTB membantu percepatan penanganan darurat sekaligus meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar