Kapolri Hadiri Silaturahmi 6.500 Eks JI di Surakarta

Daftar Isi
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri silaturahmi akbar bersama sekitar 6.500 mantan anggota Jamaah Islamiyah di Surakarta

MATARAM (Lombokepo) — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menghadiri silaturahmi akbar bersama sekitar 6.500 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Surakarta. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mengawal proses reintegrasi sosial secara berkelanjutan.

Polri bersama berbagai elemen bangsa terus menunjukkan komitmen untuk merangkul dan mendampingi masyarakat yang telah kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Densus 88 Satgaswil NTB Bentuk Duta Pencegahan IRET

Dalam proses reintegrasi sosial eks anggota JI, diperlukan program yang dilaksanakan secara berkelanjutan, terpadu, dan kolaboratif dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat.

Kolaborasi tersebut salah satunya dilakukan melalui wadah Garda Satya NKRI, yang diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat penerimaan sosial dan membangun kembali hubungan positif di tengah masyarakat.

Program reintegrasi tidak hanya diarahkan pada aspek keamanan, tetapi juga pada peningkatan kemandirian dan partisipasi sosial. Para eks anggota JI didorong agar dapat berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam silaturahmi akbar bersama eks anggota Jamaah Islamiyah di Surakarta

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan, perdamaian, dan persaudaraan sebagai tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

“Setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan, merawat perdamaian, dan memperkuat persaudaraan, agar Indonesia tetap menjadi rumah bersama bagi setiap warga negara untuk tumbuh, berkarya, beribadah, serta memberi manfaat kepada sesama.”

Perkuat Pembinaan dan Kemandirian

Silaturahmi akbar di Surakarta juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam memastikan proses reintegrasi berjalan secara konsisten.

Sejumlah langkah yang menjadi bagian dari penguatan program tersebut antara lain silaturahmi dan dialog kebangsaan, pembinaan kemandirian ekonomi, penguatan moderasi beragama, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Melalui silaturahmi dan dialog kebangsaan, hubungan persaudaraan diharapkan semakin kuat sekaligus membuka ruang komunikasi antara eks anggota JI dengan berbagai elemen masyarakat.

Di bidang ekonomi, pembinaan diarahkan untuk mendorong kemandirian melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan. Kemandirian ekonomi dinilai penting untuk mendukung proses reintegrasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Sementara itu, penguatan moderasi beragama diarahkan untuk menumbuhkan pemahaman keagamaan yang moderat, toleran, serta sejalan dengan semangat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendampingan juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, para mantan anggota JI diharapkan semakin mampu mengambil peran positif di tengah masyarakat, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama menjaga keutuhan NKRI.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo adalah media online Nusa Tenggara Barat yang menyajikan berita terkini seputar NTB, pemerintahan, peristiwa, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Diterbitkan oleh PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari di Lombokepo