NTB Perkuat Kerja Sama Antardaerah dengan Lampung

Daftar Isi

BANDAR LAMPUNG (Lombokepo) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung, terutama dalam pengembangan pembangunan berbasis desa.

Langkah tersebut ditindaklanjuti melalui kunjungan tim Pemprov NTB ke Lampung untuk menggali pengalaman dan praktik pembangunan yang dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan antardaerah.

Baca Juga: Cegah Ekstremisme, Pemprov NTB Gandeng Densus 88 dan Wahana Visi

Tim yang dikirim Gubernur NTB terdiri atas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda NTB Dr. H. Fathul Gani, M.Si., Kepala Bappeda NTB Bq. Nelly Yuniarti, AP., M.Si., Kepala Dinas Kominfotik NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Mirza Amir Hanzah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian H. Lalu Wiranata, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Muhammad Riadi, Sekretaris BRIDA Retno, Prof. Dahlanuddin, Tim Ahli Gubernur Lalu Fahrurrozi, serta Kepala Bidang P2M Bappeda NTB.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal dengan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Pertemuan sebelumnya membahas penguatan hubungan antardaerah, komunikasi lintas sektor, serta peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman pembangunan.

Setiba di Kantor Gubernur Lampung, rombongan Pemprov NTB diterima Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, S.T., M.M., bersama jajaran Pemerintah Provinsi Lampung.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah potensi kerja sama yang dapat dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keunggulan masing-masing daerah.

Desa Jadi Titik Temu

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pembangunan berbasis desa. NTB memiliki Program Desa Berdaya, sedangkan Lampung mengembangkan Program Desaku Maju.

Kedua program sama-sama menempatkan desa sebagai salah satu basis penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, meskipun pendekatan dan bentuk intervensinya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Di NTB, Desa Berdaya dikembangkan melalui pendekatan Desa Berdaya Transformatif dan Desa Berdaya Tematik dengan fokus pada penguatan masyarakat, pengembangan potensi lokal dan pembangunan ekonomi desa.

Sementara di Lampung, Program Desaku Maju diarahkan pada pengembangan ekosistem ekonomi desa melalui peningkatan produktivitas pertanian, hilirisasi komoditas, penguatan kelembagaan ekonomi, pelatihan serta dukungan sarana dan prasarana.

Kesamaan orientasi tersebut menjadi ruang bagi kedua daerah untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengembangan ekonomi desa.

Melihat Praktik di Desa Wonomarto

Setelah dari Kantor Gubernur Lampung, tim Pemprov NTB melanjutkan kunjungan ke Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara.

Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung praktik pembangunan ekonomi desa yang dikembangkan melalui Program Desaku Maju.

Di Wonomarto, tim diterima unsur pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa bersama jajaran terkait. Salah satu praktik yang mendapat perhatian adalah pengembangan Pupuk Hayati Cair (PHC) untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat.

Pupuk tersebut dibagikan secara gratis kepada petani. Desa Wonomarto juga mengembangkan pakan untuk ternak ayam petelur sebagai bagian dari penguatan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Selain itu, terdapat pengembangan bed dryer, yakni sarana pengering hasil pertanian yang digunakan untuk mempercepat proses pascapanen dan menjaga kualitas komoditas.

Pengembangan sarana tersebut juga berkaitan dengan upaya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian melalui penguatan tahapan produksi hingga pascapanen.

Praktik tersebut menjadi salah satu bahan pembelajaran bagi NTB dalam melihat bagaimana potensi desa dapat dihubungkan dengan produktivitas, kelembagaan ekonomi, peningkatan kapasitas masyarakat dan akses pasar.

Pertukaran pengalaman tersebut tidak diarahkan untuk menyeragamkan model pembangunan desa. Masing-masing daerah tetap memiliki karakteristik, komoditas, struktur ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang berbeda.

Namun, pengalaman yang berkembang di satu daerah dapat menjadi referensi bagi daerah lain untuk dikembangkan sesuai kondisi lokal.

Perkuat Keterhubungan Antardaerah

Kunjungan NTB ke Lampung menjadi bagian dari upaya memperluas komunikasi dan kerja sama pembangunan antardaerah.

Bagi Pemprov NTB, hubungan antardaerah tidak hanya dilakukan melalui pertemuan formal, tetapi juga melalui pertukaran pengalaman, pengetahuan dan praktik pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui komunikasi tersebut, NTB dan Lampung memiliki ruang untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang berpotensi dikembangkan bersama, termasuk dalam pembangunan ekonomi berbasis desa.

Penguatan hubungan antardaerah juga membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk saling belajar dalam menghadapi persoalan pembangunan dengan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah.

Dengan demikian, kerja sama NTB dan Lampung tidak hanya berbicara mengenai hubungan antarpemerintah, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dalam mengembangkan desa sebagai basis produktivitas, inovasi dan penguatan ekonomi masyarakat.

Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo adalah media online Nusa Tenggara Barat yang menyajikan berita terkini seputar NTB, pemerintahan, peristiwa, sosial, ekonomi, dan pendidikan. Diterbitkan oleh PT. Digital Lombok Media.

Posting Komentar

📢 IKLAN DI SINI

Jangkau ribuan pembaca setiap hari