Putri Mahkota Victoria ke NTB, Bawa Pesan Pembangunan Berkelanjutan

MATARAM (Lombokepo) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyambut penuh rasa syukur dan kebahagiaan atas rencana kunjungan Yang Mulia Putri Mahkota Victoria dari Swedia ke Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Kunjungan Putri Mahkota Victoria pada 5–6 September 2026 tersebut menjadi kehormatan bagi NTB sekaligus momentum untuk memperkuat persahabatan antarbangsa dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Putri Mahkota Swedia Victoria ke NTB, Bawa Cerita Lokal ke Percakapan Global
Putri Mahkota Victoria hadir dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan, sebuah peran yang mempertemukan agenda global dengan pengalaman nyata masyarakat di berbagai wilayah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (3/9).
Gubernur menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas rencana kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran Putri Mahkota Victoria merupakan kehormatan bagi NTB sekaligus bentuk persahabatan dan kerja sama antarbangsa yang dapat memperkuat semangat pembangunan berkelanjutan di daerah.
Pembangunan berkelanjutan, kata Gubernur, tidak semata berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu memperkuat manusia dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Karena itu, kunjungan tersebut memiliki relevansi dengan berbagai upaya NTB dalam memperkuat sumber daya manusia, kesehatan, kehidupan sosial kemasyarakatan, ketahanan masyarakat, serta pengelolaan lingkungan dan sumber daya secara berkelanjutan.
Membawa Agenda Global ke Tingkat Lokal
Putri Mahkota Victoria menjabat sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan sejak Oktober 2023.
Dalam kapasitas tersebut, ia menjalankan tiga peran utama, yakni advokasi, mobilisasi, dan witness atau melihat secara langsung pengalaman di lapangan.
Peran itu mencakup meningkatkan kesadaran mengenai tantangan pembangunan berkelanjutan, mendorong dukungan terhadap berbagai upaya pembangunan, serta mendengarkan dan melihat secara langsung pengalaman maupun aspirasi masyarakat untuk kemudian membawanya kepada khalayak yang lebih luas.
Pemilihan Lombok sebagai salah satu lokasi kunjungan juga memiliki alasan kuat. UNDP telah membangun kemitraan jangka panjang dengan Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat Lombok dalam mendukung ketahanan masyarakat, mata pencaharian berkelanjutan, serta pembangunan yang inklusif.
Kemitraan tersebut antara lain diwujudkan melalui PETRA untuk pemulihan pascagempa 2018, SMILE dalam penguatan rantai pasok kesehatan, Coral Reef Insurance untuk pengembangan ekonomi biru, serta ASSIST Joint SDG Fund yang mendukung usaha lokal dan UMKM.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam kunjungan Putri Mahkota Victoria. Isunya tidak hanya mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh pemulihan pascabencana, penguatan layanan kesehatan, ekonomi biru dan ekosistem pesisir, hingga upaya masyarakat adat dalam menjaga hutan, sumber daya air, pertanian, mata pencaharian dan identitas budaya.
“Bagi NTB, kunjungan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memperkuat manusia, masyarakat dan lingkungan secara bersamaan,” ujar pria yang akrab disapa Aka tersebut, menyampaikan pesan Gubernur.
Bukan Sekadar Kunjungan Diplomatik
Makna kunjungan tersebut menjadi semakin besar karena Putri Mahkota Victoria tidak hanya datang sebagai Goodwill Ambassador UNDP, tetapi juga sebagai pewaris takhta Kerajaan Swedia.
Putri Mahkota Victoria merupakan putri sulung Raja Carl XVI Gustaf dan dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan monarki Swedia.
Kehadirannya di NTB dengan demikian membawa dimensi yang lebih luas. Di satu sisi, kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan berkelanjutan yang didorong UNDP. Di sisi lain, kehadirannya menjadi simbol persahabatan dan hubungan baik antara Indonesia, khususnya NTB, dengan Swedia.
Bagi NTB, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan bahwa agenda pembangunan berkelanjutan bukan sekadar agenda global yang dibicarakan di forum internasional.
Agenda tersebut telah hadir dalam kehidupan masyarakat melalui berbagai upaya menjaga lingkungan, membangun ketahanan ekonomi, memperkuat layanan dasar, mengembangkan UMKM, melindungi ekosistem pesisir, serta menjaga pengetahuan dan identitas budaya masyarakat.
Dari Lombok, berbagai pengalaman dan solusi yang tumbuh di tingkat lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari percakapan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Putri Mahkota Victoria datang membawa agenda global. NTB menyambutnya dengan pengalaman lokal—sebuah perjumpaan yang mempertemukan diplomasi, pembangunan dan suara masyarakat dalam satu ruang.
Penulis: Hadi
Editor: Redaksi Lombokepo
Penerbit: PT Digital Lombok Media
Posting Komentar