Ketua BEM Unram Ajak Mahasiswa Kawal Demokrasi dengan Cara Santun dan Bertanggung Jawab

MATARAM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas di Nusa Tenggara Barat di tengah berbagai dinamika nasional. Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya menciptakan ruang demokrasi yang sehat tanpa mengesampingkan hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Menurut BEM Unram, situasi yang aman dan kondusif menjadi prasyarat penting agar aktivitas pendidikan, ekonomi, dan pelayanan publik dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, setiap elemen masyarakat diharapkan dapat mengedepankan sikap dewasa dalam menyikapi berbagai isu yang berkembang.
BEM Unram menilai demokrasi akan tumbuh lebih berkualitas apabila ruang diskusi dan penyampaian pendapat tetap terbuka, namun dilakukan dengan cara yang santun, argumentatif, dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu perpecahan.
Selain itu, masyarakat juga diminta lebih cermat dalam menyaring informasi, terutama yang beredar di media sosial. Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dinilai berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperkeruh suasana apabila tidak disikapi secara bijak.
Ketua BEM Universitas Mataram, Mavi Adiek Garlosa, mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol terhadap pemerintah dan komitmen menjaga persatuan masyarakat.
"Mahasiswa harus tetap menjadi penyambung aspirasi rakyat dan menjalankan fungsi kontrol terhadap setiap kebijakan publik. Namun, penyampaian kritik harus dilakukan secara bermartabat, berbasis data, dan mengedepankan dialog. Kita tidak boleh kehilangan semangat persatuan hanya karena berbeda pandangan. NTB harus tetap menjadi daerah yang aman, kondusif, dan produktif," kata Mavi.
Ia menambahkan, perbedaan pendapat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut seharusnya menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan mencari solusi, bukan menjadi alasan untuk saling memecah belah.
Melalui ajakan tersebut, BEM Universitas Mataram berharap mahasiswa dapat terus menjadi teladan dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat, memperkuat solidaritas sosial, serta bersama masyarakat mengawal pembangunan daerah yang berpihak pada kepentingan rakyat.