BBPOM Mataram Intensifkan Pengawasan Pangan Ramadhan di Lombok, 6 Sampel Positif Boraks

Daftar Isi
BBPOM Mataram Intensifkan Pengawasan Pangan Ramadhan di Lombok, 6 Sampel Positif Boraks
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Mataram Yogi Abaso saat sidak pangan di wilayah Lombok - Lombokepo

Upaya menjaga keamanan pangan selama bulan suci Ramadhan terus diperkuat. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Mataram kembali melanjutkan intensifikasi pengawasan pangan di wilayah Lombok Barat dan Lombok Timur pada 4–5 Maret 2026.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari pengawasan sebelumnya yang telah dilakukan di Kota Mataram, sebagai bagian dari komitmen pemerintah memastikan pangan yang beredar selama Ramadhan aman dan layak dikonsumsi masyarakat.

Pengawasan dilaksanakan secara terpadu bersama lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lombok Barat serta Kabupaten Lombok Timur, termasuk melibatkan relawan SAKA POM.

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Mataram, Yogi Abaso, menegaskan pentingnya penguatan sistem pengawasan pangan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Dengan pengawasan yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Yogi Abaso.

Pengawasan Pasar Tradisional dan Sentra Takjil


Tim pengawas melakukan pemeriksaan di sejumlah titik penjualan pangan yang ramai selama Ramadhan, seperti Pasar Kediri dan Pasar Pancor.


Selain pasar tradisional, pengawasan juga dilakukan di sentra penjualan takjil yang banyak dikunjungi masyarakat, yakni Giri Menang Square serta kawasan sentra takjil di Selong.

Petugas melakukan pengambilan sampel pangan dan pengujian langsung di lapangan menggunakan metode uji cepat (test kit) untuk mendeteksi kemungkinan adanya bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Temuan Pangan Mengandung Boraks


Dari total 97 sampel pangan yang diuji selama kegiatan berlangsung, petugas menemukan 6 sampel positif mengandung boraks. Temuan tersebut terdiri dari 4 sampel kerupuk terigu dan 2 sampel mie basah. Produk yang tidak memenuhi syarat keamanan pangan ditemukan di Pasar Kediri Lombok Barat dan Pasar Pancor Lombok Timur.


Baca juga: Kepala BBPOM di Mataram Beberkan Strategi Edukasi dan Cara Cek Kosmetik Ilegal

Sementara itu, hasil pengujian terhadap sampel pangan di sentra takjil Giri Menang Square Gerung dan Selong menunjukkan seluruh produk yang diuji memenuhi syarat keamanan pangan dan tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya.

Edukasi dan Tindak Lanjut Pengawasan


Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas BBPOM di Mataram langsung melakukan pembinaan kepada pedagang serta menelusuri sumber produk untuk mencegah peredaran pangan yang tidak memenuhi ketentuan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengawasan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada edukasi kepada pelaku usaha pangan.

BBPOM di Mataram juga mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi, khususnya selama Ramadhan ketika aktivitas perdagangan pangan meningkat pesat.


Baca juga: BBPOM Mataram Bongkar Dugaan Produksi dan Distribusi Kosmetik Ilegal di Lombok Timur, Nilai Barang Bukti Capai Rp22 Juta

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada BBPOM atau instansi terkait apabila menemukan dugaan pangan yang mengandung bahan berbahaya.

Melalui pengawasan yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan ini, pemerintah berharap pangan yang beredar selama bulan Ramadhan tetap aman, bermutu, dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Penulis: Red
Editor: Tim Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Dukung Media Independen

Lombokepo berkomitmen menyajikan informasi akurat, berimbang, dan independen. Dukungan Anda membantu kami tetap bebas dari kepentingan.