Operasi Ketupat Rinjani 2026, Ditpolairud Polda NTB Amankan Pelabuhan dan Destinasi Wisata
MATARAM – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Nusa Tenggara Barat memperketat pengamanan kawasan pelabuhan dan objek wisata bahari dalam rangka Operasi Ketupat Rinjani 2026, Minggu (22/3/2026).
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada pelabuhan penyeberangan, tetapi juga diperluas ke sejumlah destinasi wisata pantai di Pulau Lombok dan Sumbawa yang diprediksi mengalami peningkatan kunjungan selama libur Hari Raya Idulfitri.
Antisipasi Lonjakan Wisatawan Lebaran
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat selama periode libur Lebaran, terutama di kawasan wisata perairan yang menjadi tujuan favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.
Selain menjaga keamanan, personel juga melakukan pemantauan aktivitas masyarakat untuk mencegah potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut.
Pengamanan Dilakukan Secara Menyeluruh
Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol Boyke F.S. Samola, S.I.K., M.H. mengatakan pengamanan dilakukan secara terpadu untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
"Selain melaksanakan pengamanan di pelabuhan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik, personel kami juga disiagakan di sejumlah objek wisata pantai di wilayah Pulau Lombok dan Sumbawa. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang memanfaatkan momen libur Lebaran," ujarnya.
Dukungan Kapal Patroli dan Peralatan Keselamatan
Ia menjelaskan, personel Ditpolairud juga dilengkapi sarana pendukung seperti kapal patroli serta peralatan keselamatan laut guna memperkuat kesiapsiagaan di lapangan.
Peralatan tersebut digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan serta membantu penanganan cepat apabila terjadi insiden di wilayah perairan.
"Personel kami juga didukung sarana patroli laut dan peralatan keselamatan untuk memastikan pengamanan berjalan optimal," katanya.
Libatkan Ribuan Personel Gabungan
Sebelumnya Kapolda NTB menyampaikan dalam apel gelar pasukan bahwa Operasi Ketupat Rinjani 2026 melibatkan ribuan personel gabungan dari berbagai instansi.
Dari unsur Polri tercatat sebanyak 375 personel Polda NTB dan 1.274 personel dari Polres serta Polresta jajaran dikerahkan untuk pengamanan.
Selain itu, operasi ini juga mendapat dukungan lintas instansi, antara lain 500 personel TNI, 116 personel Basarnas, 1.259 personel Dinas Perhubungan, serta 126 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kolaborasi lintas sektor tersebut bertujuan memastikan keamanan serta pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
"Sinergi antar instansi menjadi kunci keberhasilan pengamanan Operasi Ketupat Rinjani," demikian disampaikan dalam apel gelar pasukan.
Jamin Keamanan Libur Lebaran
Melalui pengamanan ini diharapkan masyarakat dapat menikmati libur Idulfitri dengan aman dan nyaman, baik saat melakukan perjalanan mudik maupun saat berwisata.
Ditpolairud Polda NTB juga memastikan koordinasi terus dilakukan dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perairan NTB.
Lombokepo mencatat pengamanan kawasan wisata dan pelabuhan menjadi bagian penting dalam Operasi Ketupat Rinjani 2026 untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.
Kegiatan pengamanan ini juga melibatkan personel yang disiagakan di sejumlah titik strategis kawasan pesisir NTB.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar