BRIDA NTB Kembangkan 139 Inovasi, Dari Biodigester hingga Gerobak Listrik untuk UMKM

Daftar Isi

MATARAM – Solusi pembangunan di berbagai sektor membutuhkan inovasi, tidak hanya dari sisi kebijakan tetapi juga partisipasi masyarakat. Karena itu, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Nusa Tenggara Barat berkomitmen melahirkan inovasi yang dapat diterapkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Kepala BRIDA NTB paparkan inovasi daerah untuk mendukung ekonomi dan UMKM

Beberapa inovasi unggulan dari sepuluh program yang sedang dikembangkan BRIDA antara lain teknologi pengolahan air lindi di Kebon Kongok, prototipe biodigester sebagai bahan bakar gas rumah tangga untuk mendukung program Desa Berdaya, aplikasi efisiensi kebutuhan obat bernama Rossi Mandalika, pengembangan kurma di lahan kering, inovasi kosmetika, serta pengembangan mesin industri kecil menengah (IKM) yang kini mampu bersaing di pasar global.

Selain itu, BRIDA juga mendorong program konversi kendaraan listrik melalui peningkatan kompetensi bengkel konversi milik SMK mulai tahun ini. Program tersebut melengkapi kebijakan sebelumnya berupa bantuan gerobak listrik gratis bagi pelaku UMKM.

Partisipasi masyarakat dorong inovasi daerah

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H, menegaskan bahwa banyak inovasi justru lahir dari partisipasi masyarakat yang kemudian difasilitasi oleh BRIDA agar dapat diterapkan lebih luas.

"Justru banyak partisipasi riset dan inovasi masyarakat yang dikembangkan oleh BRIDA. Kami memfasilitasi dan mendorong sekaligus mempercepat penerapannya agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat," ujarnya di Kantor BRIDA NTB di Lombok Barat, Rabu (08/04/2026).

Ia menjelaskan, dari total 139 inovasi yang ada, sebanyak 38 inovasi memiliki dampak ekonomi dan telah memperoleh lisensi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dan dimanfaatkan masyarakat.

BRIDA juga aktif mendorong riset yang melibatkan perguruan tinggi serta tenaga ahli dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat, termasuk riset sosial budaya seperti olahraga tradisional Presean.

"Intinya, jika ingin kebijakan pembangunan berhasil maka harus berbasis riset dan data terutama yang mendukung program strategis dan unggulan pemerintah daerah," tegasnya.

Indeks inovasi NTB masuk kategori sangat inovatif

Secara kelembagaan, Indeks Inovasi Daerah NTB berhasil meraih predikat Sangat Inovatif dengan skor 73,25. Sementara Indeks Daya Saing Daerah NTB mencapai angka 3,53 atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 3,50.

Namun demikian, berdasarkan pilar penilaian, dinamika bisnis masih menjadi sektor yang perlu diperkuat dengan skor 2,56, terutama dalam pengembangan inovasi teknologi informasi dan infrastruktur pendukung ekonomi.

Program inovasi BRIDA NTB tahun 2026

Pada tahun 2026, BRIDA NTB merencanakan sejumlah program strategis seperti sayembara inovasi bagi peneliti muda, pengembangan inovasi gerobak listrik, pembangunan laboratorium kultur jaringan untuk bibit unggul kurma Rinjani, riset stunting, evaluasi program MBG, peningkatan teknologi pengolahan air lindi, pelatihan manufaktur seperti CNC, cutting, bending dan printing, serta pembentukan dewan pakar inovasi dan Bimtek Innovative Government Award (IGA).

Atas berbagai capaian tersebut, BRIDA NTB juga berhasil meraih penghargaan nasional berupa Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Oktober 2025. Penghargaan ini diberikan atas peran strategis BRIDA NTB dalam mengintegrasikan riset untuk pembangunan daerah serta mendorong kebijakan berbasis bukti.


Berita Pemprov NTB lainnya:

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar