Gubernur NTB Ajak Muslimat NU Jadi Garda Terdepan Jaga Ketahanan Keluarga
MATARAM – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal mengajak Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus menjadi benteng utama dalam menjaga ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan dalam acara Pelantikan Pimpinan Cabang Muslimat NU se-NTB yang digelar di Hotel Lombok Raya, Mataram, Minggu (5/4/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur NTB menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting sebagai pilar peradaban sekaligus penjaga keharmonisan keluarga. Ia menyebut perempuan memiliki kekuatan mental dan spiritual yang menjadi sumber keteduhan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
"Secara fisik laki-laki mungkin lebih kuat, tetapi secara psikis perempuan jauh lebih kuat. Ibu-ibu adalah sumber ketenangan bagi suami, anak-anak, bahkan bagi peradaban kita," ujarnya di hadapan ratusan kader Muslimat NU.
Ketahanan Keluarga Jadi Kunci Hadapi Tantangan Sosial
Acara yang dirangkaikan dengan peringatan Harlah ke-80 Muslimat NU dan Halal Bihalal tersebut mengangkat tema "Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban." Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan zaman di tengah arus industrialisasi dan modernisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai kekeluargaan.
Gubernur juga menyoroti sejumlah persoalan sosial di NTB seperti pernikahan usia dini, penyalahgunaan narkoba, serta dampak negatif perkembangan teknologi digital terhadap generasi muda.
Ia mencontohkan kampanye Back to Family Value yang pernah digaungkan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebagai bukti bahwa negara maju sekalipun tetap menjadikan keluarga sebagai kekuatan utama pembangunan sosial.
"Penjaga kedaulatan bangsa bukan hanya aparat. Muslimat NU juga merupakan penjaga nilai keluarga. Jika Muslimat NU bergerak menjaga pondasi ini, maka separuh persoalan sosial di NTB insya Allah bisa terselesaikan," tegasnya.
Sinergi Muslimat NU dan Pemerintah Daerah
Gubernur juga mengajak pengurus Muslimat NU yang baru dilantik untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membangun NTB yang makmur dan berdaya saing global, dimulai dari ketahanan keluarga.
Suasana penuh semangat terasa saat para kader Muslimat NU menyatakan kesiapan mereka menjalankan amanah organisasi sebagai penjaga nilai keluarga di Bumi Gora.
Khofifah: Muslimat NU Harus Jadi Penyejuk Peradaban
Sementara itu, Ketua Umum PP Muslimat NU, Dr. (HC). Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., menyampaikan apresiasi atas pengabdian Muslimat NU selama 80 tahun dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan masyarakat.
Menurutnya, tema Harlah ke-80 bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerakan organisasi dalam menghadapi perubahan zaman.
"Muslimat NU harus menjadi penyejuk masyarakat. Penguatan ekonomi perempuan dan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah menjadi benteng menghadapi gempuran budaya luar," ujarnya.
Khofifah juga menekankan bahwa ketahanan keluarga merupakan pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Emas. Ia mengingatkan bahwa tantangan keluarga saat ini juga datang dari perkembangan teknologi digital.
"Keluarga adalah benteng pertama bangsa. Jika keluarga rapuh, maka pertahanan bangsa juga akan goyah. Muslimat NU harus hadir menjaga tradisi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga," jelasnya.
Pentingnya Literasi Digital dan Kemandirian Perempuan
Khofifah juga mengingatkan pentingnya adaptasi digital bagi kader Muslimat NU agar mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas keislaman dan nilai kepesantrenan.
Ia menegaskan bahwa kemandirian perempuan harus mencakup kemandirian ekonomi, pemikiran, serta kemampuan melindungi perempuan dan anak.
"Kemandirian harus utuh, mulai dari ekonomi, cara berpikir, hingga perlindungan perempuan dan anak. Dengan begitu Muslimat NU bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan NTB," tambahnya.
Momentum Penguatan Program Pemberdayaan
Acara pelantikan berlangsung khidmat dengan nuansa hijau khas Muslimat NU. Kehadiran Gubernur NTB dan Ketua Umum PP Muslimat NU menjadi motivasi bagi pengurus baru untuk segera bersinergi dalam program pemberdayaan masyarakat.
Diharapkan, kolaborasi ini mampu memperkuat program ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta perlindungan anak demi mewujudkan masyarakat NTB yang maju, religius, dan berdaya saing.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Baca juga:

Posting Komentar