Polisi Turun ke Pasar dan Permukiman, Warga Mataram Dapat Rasa Aman Langsung

Daftar Isi

Patroli Dialogis Hadir di Tengah Aktivitas Warga

MATARAM – Aktivitas di Pasar ACC mendadak terasa berbeda saat sejumlah personel kepolisian hadir langsung di tengah keramaian. Bukan sekadar berpatroli, mereka menyapa, berdialog, dan memastikan warga merasa aman dalam beraktivitas.

Polisi patroli di Pasar ACC Mataram memantau aktivitas masyarakat

Langkah ini menjadi bagian dari patroli dialogis yang digencarkan Polresta Mataram untuk memperkuat keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat.

Polisi Sasar Pasar hingga Permukiman

Kehadiran polisi di kawasan pasar menarik perhatian pedagang dan pengunjung. Selain memantau situasi, petugas juga berdialog langsung dengan warga, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan lingkungan.

Tak berhenti di pusat keramaian, patroli kemudian dilanjutkan ke sejumlah permukiman warga. Di sana, petugas kembali berinteraksi dengan masyarakat, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

Warga Diminta Aktif Jaga Lingkungan

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

Strategi Humanis Perkuat Kamtibmas

Kapolresta Mataram Kombes Pol. Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., melalui Kasat Samapta AKP I Nyoman Agus Sugiarta Wiswa, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendekatan dialogis menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Kami akan terus menggencarkan sosialisasi kamtibmas kepada masyarakat. Melalui patroli ini diharapkan dapat mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, terutama di kawasan publik seperti pasar," ujarnya, Jumat (10/04/2026).

Pendekatan Dialogis Jadi Kunci

Keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Kehadiran Polisi Tingkatkan Rasa Aman

Dengan kehadiran polisi yang semakin dekat dan humanis, masyarakat kini tidak hanya merasa diawasi, tetapi juga dilindungi. Rasa aman itu pun tumbuh dari interaksi sederhana—sapaan, dialog, dan kepedulian di tengah aktivitas sehari-hari.


Baca juga:

Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar