Ratusan SMA di NTB Terima BOS dan Bantuan Digital, Pemprov Fokus Pemerataan Pendidikan
NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB terus mengoptimalkan penyaluran berbagai program bantuan pendidikan dari pemerintah pusat guna meningkatkan mutu, relevansi, serta pemerataan layanan pendidikan, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh wilayah NTB.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemprov NTB dalam memastikan seluruh satuan pendidikan mendapatkan akses layanan pendidikan yang optimal, sekaligus mendukung pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai indikator peningkatan kualitas pendidikan.
Optimalisasi Dana BOS untuk Kualitas Pembelajaran
Plt Kepala Dinas Dikpora NTB Bowo Susatyo melalui Koordinator Pokja Kelembagaan dan Kurikulum Dikpora NTB, Lalu Yaniwardan, M.Pd., menyampaikan bahwa salah satu program utama yang terus dioptimalkan adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Program BOS merupakan dana alokasi khusus nonfisik yang ditujukan untuk membantu pembiayaan operasional sekolah nonpersonalia agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkualitas.
Penyaluran dana BOS dilakukan secara langsung ke masing-masing sekolah berdasarkan jumlah peserta didik yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Dana BOS dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan operasional sekolah, antara lain:
- Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah
- Pengadaan barang dan jasa pendidikan
- Pengadaan buku dan bahan pembelajaran
- Pembayaran honor guru non-PNS
- Dukungan kegiatan pembelajaran dan administrasi sekolah
“Dana BOS dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan operasional sekolah seperti pemeliharaan sarana dan prasarana, pengadaan barang dan jasa, pengadaan buku pembelajaran, hingga pembayaran honor guru non-PNS,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Pada tahun 2026, total penyaluran dana BOS untuk SMA di NTB meliputi:
- 149 SMA negeri dengan total anggaran Rp160,3 miliar
- 237 SMA swasta dengan total anggaran Rp30,47 miliar
Bantuan tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB, meliputi:
- Kabupaten Bima
- Kabupaten Dompu
- Lombok Barat
- Lombok Tengah
- Lombok Timur
- Lombok Utara
- Sumbawa
- Sumbawa Barat
- Kota Bima
- Kota Mataram
Dorong Transformasi Digital Pembelajaran
Selain program BOS, Pemprov NTB juga mendorong percepatan transformasi pendidikan melalui Program Bantuan Alat Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP).
Teknologi ini menghadirkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif karena memungkinkan guru dan siswa berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran berbasis visual melalui layar sentuh digital.
Hingga tahun 2026, capaian bantuan digital tersebut meliputi:
- Total SMA di NTB: 424 sekolah
- SMA penerima papan interaktif digital: 356 sekolah
- SMA yang masih dalam proses pemerataan bantuan
Program ini diharapkan mampu meningkatkan:
- Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran
- Fokus dan konsentrasi belajar
- Pemahaman materi berbasis visual
- Adaptasi sekolah terhadap digitalisasi pendidikan
Revitalisasi Sekolah untuk Sarana Lebih Layak
Pemprov NTB juga menjalankan Program Revitalisasi Sekolah SMA yang difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui rehabilitasi ruang belajar, pembangunan fasilitas pendukung, serta penyediaan infrastruktur pendidikan yang lebih representatif.
Program revitalisasi tahun 2026 mencakup:
- 33 SMA negeri yang diusulkan sebagai penerima bantuan
- 25 SMA swasta penerima program revitalisasi
- Proses verifikasi melalui data Dapodik
- Menunggu penetapan resmi pemerintah pusat
Program revitalisasi ini dilaksanakan secara swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan dan hingga saat ini progres pelaksanaannya telah mencapai 100 persen.
“Untuk tahun 2026, sebanyak 33 SMA negeri dan 25 SMA swasta diusulkan sebagai penerima program revitalisasi. Seluruhnya telah melalui proses verifikasi serta sinkronisasi data Dapodik hingga 31 Oktober 2025 dan saat ini menunggu penetapan dari pemerintah pusat,” jelas Yaniwardan.
Komitmen Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Ia menegaskan bahwa optimalisasi berbagai program bantuan pendidikan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Pemprov NTB memastikan bantuan pendidikan tersalurkan dengan prinsip:
- Tepat sasaran
- Transparan
- Akuntabel
- Berdampak pada mutu pendidikan
“Pemprov NTB memastikan seluruh bantuan dari pemerintah pusat dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah,” ungkapnya.
Melalui berbagai intervensi program tersebut, Pemprov NTB berharap mampu menciptakan lingkungan belajar yang:
- Aman dan nyaman
- Modern dan berbasis teknologi
- Adaptif terhadap perkembangan zaman
- Mendukung peningkatan kualitas SDM NTB
Program-program tersebut juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Nusa Tenggara Barat secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing global.
Baca juga:
- 63 Pesantren NTB Terima BOS Rp1,94 Miliar Jelang Idulfitri 2026
- Gubernur Iqbal: Lombok Timur Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Pendidikan Inklusif NTB
- Kunjungi SMKN 1 Gerung, Gubernur NTB: Link and Match Jadi Kunci Penguatan SMK
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Posting Komentar