Satgas Wilayah NTB Densus 88 Anti Teror Edukasi Siswa SMPN 12 Mataram, Waspada Bahaya IRET

Daftar Isi

MATARAM – Upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) terus digencarkan. Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 Anti Teror Mabes Polri menggelar sosialisasi di SMP Negeri 12 Mataram pada Senin (13/4/2026).

Satgaswil NTB Densus 88 Anti Teror sosialisasi bahaya IRET di SMPN 12 Mataram

Kepala Sekolah Apresiasi Kehadiran Tim Densus 88

Kegiatan ini disambut langsung oleh Kepala SMPN 12 Mataram, Dr. Abdul Kadir, M.Pd., bersama para guru dan siswa.

“Kami mengucapkan selamat datang di SMPN 12 Mataram kepada Tim Cegah Satgaswil NTB yang akan memberikan edukasi terkait pencegahan paham IRET. Saya berharap anak-anak dapat menyimak dan mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen sekolah untuk terus bersinergi dalam upaya pencegahan radikalisme.

“Dengan kehadiran tim, kami sangat terbantu dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa. Ke depan kami siap mendukung program-program pencegahan,” tambahnya.

Satgaswil NTB Jelaskan Bahaya Paham IRET

Tim Cegah Satgaswil NTB Densus 88 Anti Teror menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa agar tidak terpapar paham IRET.

“Kehadiran kami untuk menyosialisasikan bahaya paham IRET agar lingkungan sekolah ini tetap aman dari pengaruh tersebut,” jelas tim.

Dalam pemaparan materi, tim menjelaskan definisi intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, termasuk proses terbentuknya paham tersebut.

Pelajar Rentan Terpapar Radikalisme

Tim mengungkapkan bahwa pelajar menjadi sasaran karena masih dalam fase pencarian jati diri sehingga lebih mudah terpengaruh.

Selain itu, penyebaran paham IRET kini tidak hanya melalui pertemuan langsung, tetapi juga melalui media sosial dan game online.

“Perkembangan paham IRET saat ini banyak melalui media sosial dan game online yang dapat berdampak negatif terhadap masa depan pelajar,” ungkap tim.

Bijak Gunakan Gadget dan Jauhi Bullying

Tim juga menyoroti pentingnya penggunaan gadget secara bijak serta menghindari perundungan yang dapat menjadi pintu masuk intoleransi.

“Kami menghimbau siswa untuk bijak menggunakan gadget dan menjauhi bullying karena bisa menjadi awal dari tindakan yang lebih berbahaya,” tegasnya.

Komitmen Bersama Cegah Radikalisme

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa serta memperkuat kolaborasi antara sekolah dan aparat dalam mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan.


Baca juga:

Penulis: Hadi | lombokepo
Editor: Tim Redaksi lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar