Transformasi Ekonomi NTB 2026 dari Laut, Potensi Perikanan Bernilai Triliunan Rupiah
MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memetakan kekuatan sektor kelautan dan perikanan sebagai motor transformasi ekonomi daerah periode 2025–2026. Sektor ini dinilai strategis karena tidak hanya berkontribusi terhadap pendapatan daerah tetapi juga mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, S.T., M.Si mengatakan penguatan sektor ini dilakukan melalui berbagai strategi, termasuk pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) agar pengelolaan potensi perikanan lebih optimal.
"Salah satunya dengan BLUD yang potensi dalam kawasan dikelola langsung oleh masyarakat untuk peningkatan pelayanan publik," ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Pelabuhan Perikanan NTB Punya Potensi Pendapatan Ratusan Miliar
Salah satu contoh potensi besar tersebut berada di Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensi pendapatan mencapai sekitar Rp600 miliar per tahun pada 2025.
Namun sebelum transformasi kelembagaan menjadi BLUD, pemanfaatan anggaran untuk peningkatan pelayanan publik masih sangat terbatas, bahkan tidak sampai 10 persen dari total potensi pendapatan.
Dengan perubahan status menjadi BLUD, Unit Pelaksana Teknis (UPT) diharapkan memiliki fleksibilitas pengelolaan anggaran sehingga mampu memperbaiki berbagai fasilitas penting seperti penyediaan air bersih, sarana tambat kapal dan layanan logistik nelayan.
Sejumlah UPT Perikanan NTB Segera Berstatus BLUD
Pada 2026, Pemprov NTB tengah memproses perubahan sejumlah UPT strategis menjadi BLUD, antara lain:
- UPT Pelabuhan Perikanan Labuhan Lombok
- UPT Pelabuhan Perikanan Tanjung Luar
- UPT Pelabuhan Perikanan Pulau Sumbawa
- UPT Balai Pengembangan Perikanan Budidaya
- UPT BPSDKP Lombok
- UPT BPSDKP Sumbawa–Sumbawa Barat
- UPT BPSDKP Bima–Dompu
Industri Pengolahan Tuna dan Rumput Laut Terus Didorong
NTB juga mulai memperkuat hilirisasi industri kelautan melalui pembangunan industri pengolahan komoditas strategis seperti udang vaname, rumput laut, tuna dan cakalang.
Industri pengolahan tuna di Labuhan Lombok bahkan telah melakukan ekspor sekitar 650 ton pada tahun sebelumnya dengan dukungan investasi asing.
Sementara itu, pembangunan Pelabuhan Perikanan Soro Adu di Bima juga diarahkan menjadi pusat produksi tuna di wilayah timur NTB.
UMKM Pesisir Jadi Fokus Penguatan Ekonomi Rakyat
Transformasi ekonomi sektor kelautan juga diarahkan untuk memperkuat UMKM pesisir melalui kemudahan perizinan, akses pembiayaan, serta perlindungan hukum usaha.
Kebijakan ini merujuk Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2025 tentang pengelolaan usaha kelautan sebagai dasar pengembangan ekonomi maritim NTB.
Potensi Kelautan NTB Bernilai Triliunan Rupiah
NTB memiliki luas perairan sekitar 29.159,04 km² dengan potensi ekonomi kelautan yang sangat besar, meliputi:
Perikanan Tangkap
Potensi produksi mencapai sekitar 298.576 ton per tahun di wilayah ZEE, serta lebih dari 185.518 ton per tahun di perairan daerah dengan komoditas unggulan tuna, cakalang, tongkol dan hiu.
Budidaya Laut
Potensi lahan budidaya laut mencapai sekitar 72.862 hektare dengan komoditas unggulan udang, lobster dan rumput laut.
Budidaya Air Payau dan Tawar
Potensi budidaya air payau mencapai 27.927 hektare dan air tawar sekitar 31.758 hektare.
Ekosistem dan Pariwisata Bahari
NTB juga memiliki kekayaan terumbu karang seluas sekitar 76.420 hektare, ekosistem mangrove, padang lamun, serta sekitar 700 spesies ikan karang yang mendukung pariwisata bahari di kawasan Gili dan Sumbawa.
Dengan potensi tersebut, sektor kelautan diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung transformasi ekonomi NTB berbasis sumber daya lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Transformasi Ekonomi NTB Berbasis Kelautan
Program transformasi ekonomi NTB sektor perikanan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah berbasis potensi kelautan Lombok dan Sumbawa yang memiliki sumber daya besar.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Baca juga berita ekonomi NTB lainnya:

Posting Komentar