Ekspor NTB 2026 Melejit 9.000%, Pariwisata Ikut Meroket

Daftar Isi
Rilis BRS BPS NTB Ekonomi 2026

BPS NTB bersama pemerintah daerah memaparkan rilis kinerja ekonomi 2026, mencatat penguatan ekspor, pertumbuhan pariwisata, dan inflasi yang tetap terkendali.

LOMBOKEPO, MATARAM – Kinerja ekonomi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Lonjakan ekspor, peningkatan kunjungan wisatawan, serta inflasi yang tetap terkendali menjadi indikator utama penguatan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, MM, dalam rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (4/5/2026).

Ekspor NTB Melejit Lebih dari 9.000 Persen

BPS mencatat nilai ekspor NTB pada Maret 2026 mencapai US$ 567,57 juta, melonjak hingga 9.162,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:
Pemprov NTB Bangun Kesehatan Lewat Desa Berdaya

Secara kumulatif Januari–Maret 2026, total ekspor NTB menembus US$ 707,92 juta, meningkat tajam dibandingkan tahun 2025. Lonjakan ini didorong oleh komoditas unggulan, khususnya sektor pertambangan dan industri pengolahan tembaga.

“Peningkatan ekspor ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi NTB bergerak progresif, terutama pada sektor berbasis sumber daya alam dan hilirisasi industri,” ujar Wahyudin.

Pariwisata NTB Bangkit, Wisatawan Naik Signifikan

Dari sektor pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Internasional Lombok pada Maret 2026 tercatat 6.428 orang, meningkat 24,72 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,39 juta orang, tumbuh 34,64 persen secara bulanan. Peningkatan ini dipicu momentum libur Ramadan dan Idulfitri.

Jumlah tamu hotel juga meningkat, dengan hotel berbintang mencapai 87.816 orang dan nonbintang 110.249 orang.

Transportasi Tumbuh, Mobilitas Masyarakat Meningkat

Aktivitas transportasi turut mengalami lonjakan. Penumpang angkutan udara domestik naik 44,58 persen, sedangkan angkutan laut meningkat 39,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Baca juga:
Pemprov NTB Nilai Transportasi Jadi Penopang Program Strategis

Kondisi ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di NTB.

Inflasi Terkendali, Bahkan Terjadi Deflasi

Inflasi NTB secara tahunan (year-on-year) pada April 2026 tercatat 3,27 persen, masih dalam kategori terkendali.

Secara bulanan, NTB justru mengalami deflasi 0,11 persen, dipengaruhi turunnya harga komoditas pangan seperti cabai rawit, daging ayam ras, dan sayuran akibat meningkatnya pasokan pasca panen.

“Inflasi masih terjaga dengan baik, bahkan terjadi deflasi yang menunjukkan stabilitas harga di tengah peningkatan aktivitas ekonomi,” jelas Wahyudin.

Daya Beli Petani Tetap Kuat

Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada April 2026 tercatat 128,00. Angka ini menunjukkan daya beli petani masih berada pada level baik (di atas 100), meski mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.

Fondasi Ekonomi NTB Semakin Kuat

Secara keseluruhan, BPS menilai kinerja ekonomi NTB pada awal 2026 berada dalam kondisi solid. Penguatan ekspor, pertumbuhan pariwisata, serta stabilitas harga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Baca juga:
Sinergi Pusat-Daerah: Pemprov NTB Percepat Agenda Prioritas 2026

“Ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB ke depan, dengan catatan perlu terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan daya beli masyarakat,” tutup Wahyudin.

Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.