Gubernur NTB Dorong INKINDO Adaptif dan Siap Bersaing Global
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) XI INKINDO NTB Tahun 2026 di Senggigi. Dalam sambutannya, Gubernur mendorong konsultan lokal lebih adaptif terhadap teknologi, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat global guna mendukung pembangunan daerah yang efektif dan berkelanjutan.
LOMBOK BARAT, NTB — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan konsultan daerah harus lebih adaptif terhadap teknologi dan mampu bersaing secara global guna mendukung pembangunan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan di NTB.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Musyawarah Provinsi (Musprov) XI Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) NTB di Ballroom Hotel Merumatta Senggigi, Kamis (14/5). Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi organisasi sekaligus pemilihan kepengurusan baru.
Musprov dibuka oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, didampingi jajaran Dewan Pimpinan Nasional INKINDO dan pengurus INKINDO dari berbagai daerah di Indonesia.
Musprov XI INKINDO NTB mengangkat tema transformasi teknologi dan penguatan kapasitas konsultan daerah di tengah tantangan pembangunan yang semakin dinamis.
KK-NTB 2026 Dorong UMKM NTB Naik Kelas
Konsultan Dituntut Adaptif dan Inovatif
Dalam sambutannya, Gubernur Miq Iqbal menekankan bahwa peran konsultan tidak lagi terbatas pada penyusunan dokumen atau pekerjaan teknis semata, melainkan menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas perencanaan akan berpengaruh langsung terhadap hasil pembangunan yang dirasakan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan, kawasan permukiman, hingga pelayanan publik.
“Konsultan harus mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Kita membutuhkan pendekatan pembangunan yang lebih cerdas dan adaptif terhadap perubahan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan Pemerintah Provinsi NTB juga telah menginisiasi penguatan jejaring internasional, termasuk mendorong kerja sama antara INKINDO Indonesia dengan Turki sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan perluasan wawasan para konsultan Indonesia.
Pembangunan Harus Sesuai Karakter Wilayah
Menurut Gubernur, kemampuan membaca karakter wilayah menjadi faktor penting dalam menghadirkan pembangunan berkualitas. Ia mencontohkan pembangunan infrastruktur jalan yang masih menghadapi tantangan berupa kerusakan badan jalan maupun longsor akibat pendekatan teknis yang belum sepenuhnya menyesuaikan kondisi geografis daerah.
“Banyak metode dan teknologi yang diterapkan belum sepenuhnya sesuai dengan karakter wilayah kita. Akibatnya, hasil pembangunan tidak optimal dan membutuhkan biaya perbaikan yang besar,” katanya.
Ia menjelaskan biaya pembangunan jalan di NTB saat ini dapat mencapai sekitar Rp5 miliar per kilometer. Karena itu, dibutuhkan pendekatan baru yang lebih tepat guna agar anggaran pembangunan dapat dimanfaatkan secara efektif.
“Kita membutuhkan pendekatan baru, baik pada pembangunan infrastruktur maupun jasa konsultansi, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efisien, tepat sasaran, dan memberi manfaat jangka panjang,” tegasnya.
INKINDO NTB Didorong Perkuat SDM dan Kolaborasi
Gubernur Miq Iqbal juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk terus mendorong pertumbuhan konsultan lokal agar mampu berkembang dan memiliki daya saing kuat di daerah sendiri maupun di tingkat lebih luas.
“Ayo kita tumbuh bersama melalui kolaborasi dan sinergi agar pembangunan daerah semakin kuat dan NTB mampu melangkah menuju visi Makmur Mendunia,” ajaknya.
Sementara itu, Wakil Menteri PKP RI Fahri Hamzah menilai dunia konsultansi harus dibangun di atas fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Menurutnya, konsultan tidak hanya dituntut menyelesaikan pekerjaan proyek, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan solusi pembangunan.
“Semua kita harus menjadi pemikir. Konsultan harus memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kuat, bukan sekadar tradisi proyek,” ujarnya.
Dadan dan Miq Iqbal Bahas MBG NTB
Ketua DPP INKINDO NTB, Lalu Karman Lutfi, juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi konsultan lokal, khususnya kelompok menengah dan kecil, yang dinilai masih memerlukan dukungan agar memiliki ruang lebih luas dalam pembangunan daerah.
Melalui Musprov XI tersebut, INKINDO NTB diharapkan semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang inovatif, adaptif, serta berdaya saing di tengah perubahan global yang terus berkembang.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar