Dadan dan Miq Iqbal Bahas MBG NTB
Kepala BGN RI Dadan Hindayana bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan jajaran foto bersama usai membahas percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pendopo NTB, Mataram.
MATARAM, NTB — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI Dadan Hindayana bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal membahas percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat dalam suasana santai di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Rabu (12/05/2026).
Pertemuan berlangsung hangat sambil menikmati kuliner khas Lombok seperti sate Rembiga, ayam Taliwang, dan plecing kangkung. Di balik suasana santai itu, pembahasan serius terkait tantangan dan capaian Program MBG tetap menjadi fokus utama.
Dadan Hindayana hadir bersama rombongan BGN RI dan tim Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Lombok. Sementara Gubernur NTB didampingi Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik serta Ketua Satgas MBG NTB Fathul Ghani.
BGN Akui Program MBG Hadapi Tantangan di Awal Pelaksanaan
Dadan Hindayana menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis merupakan program berskala nasional yang dijalankan oleh lembaga baru sehingga menghadapi berbagai tantangan pada tahap awal pelaksanaan.
“Kalau pemerintah harus membangun dapur sendiri semuanya, tentu akan berat dan membutuhkan waktu lama. Sementara Presiden meminta program ini segera berjalan. Dari situlah lahir pola kemitraan bersama masyarakat melalui yayasan,” ungkap Dadan Hindayana.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat, percepatan implementasi, hingga persoalan teknis di lapangan menjadi bagian dari dinamika pelaksanaan program. Namun BGN memastikan evaluasi dan perbaikan terus dilakukan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat.
“Kalau memulai kebaikan besar untuk masyarakat, kita memang harus siap menerima kritik dan sorotan. Yang terpenting adalah terus memperbaiki dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.
NTB Jadi Salah Satu Daerah dengan Progres MBG Terbaik Nasional
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan Program MBG di NTB.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 9 Mei 2026, NTB telah memiliki 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.
Program tersebut juga melibatkan 39.023 relawan dan telah menjangkau 1.832.808 penerima manfaat di NTB.
- Lombok Timur: 258 SPPG
- Lombok Tengah: 179 SPPG
- Lombok Barat: 126 SPPG
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala BGN RI. Dadan menyebut NTB sebagai salah satu daerah dengan progres pelaksanaan MBG terbaik secara nasional dan telah melampaui target awal pemerintah pusat.
Wilayah Pinggiran NTB Masih Membutuhkan Tambahan Layanan MBG
Meski menunjukkan progres positif, Gubernur Miq Iqbal mengungkapkan masih terdapat sejumlah wilayah pinggiran di NTB yang belum sepenuhnya terjangkau layanan Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, wilayah tersebut bukan kategori daerah terpencil 3T, namun lokasinya cukup jauh dari pusat kota sehingga belum banyak diminati mitra penyelenggara.
“Di beberapa desa sebenarnya sudah ada sekolah dan pondok pesantren yang sangat memungkinkan untuk dilayani satu SPPG. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut,” kata Miq Iqbal.
NTB Bidik Tiga Besar Nasional KIP 2026
Menanggapi hal itu, Dadan Hindayana memastikan Badan Gizi Nasional akan segera menindaklanjuti laporan pemerintah daerah guna memetakan titik layanan baru agar pelaksanaan MBG semakin merata.
Program MBG Dinilai Jadi Bentuk Kehadiran Negara
Pertemuan di Pendopo NTB tersebut memperlihatkan bagaimana komunikasi informal antara pemerintah pusat dan daerah tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan publik.
Program Makan Bergizi Gratis dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pangan bergizi, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar