Kemenhaj NTB Imbau Jemaah Haji Fokus Ibadah, Hindari Konten

Daftar Isi
Kepala Kemenhaj NTB Lalu M Amin memberikan keterangan kepada wartawan terkait imbauan jemaah haji Embarkasi Lombok fokus ibadah

Kepala Kemenhaj NTB Lalu M. Amin saat memberikan keterangan kepada awak media terkait imbauan kepada jemaah haji Embarkasi Lombok agar fokus beribadah dan menghindari pembuatan konten di Tanah Suci.

Menjaga Kekhusyukan Haji di Tengah Tren Digital

LOMBOKEPO, MATARAM - Pemerintah melalui Kementerian Penyelenggaraan Haji (Kemenhaj) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh jemaah haji Embarkasi Lombok agar memprioritaskan ibadah selama berada di Tanah Suci. Di tengah maraknya tren berbagi momen di media sosial, jemaah diingatkan untuk menahan diri dari aktivitas pembuatan konten, khususnya di area ibadah.

Langkah ini tidak hanya bertujuan menjaga kekhusyukan ibadah, tetapi juga untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di Arab Saudi yang dikenal ketat dalam menjaga kesucian tempat ibadah.

Imbauan Resmi: Fokus Ibadah, Hindari Aktivitas Non-Esensial

Kepala Kemenhaj NTB, Lalu M. Amin, menegaskan bahwa ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan spiritual. Oleh karena itu, setiap jemaah diharapkan benar-benar memanfaatkan waktu untuk beribadah secara maksimal.

Baca juga:
2.722 Jemaah Haji NTB Berangkat, Tanpa Kursi Kosong

"Seluruh jemaah haji perlu memahami bahwa mereka akan melaksanakan ibadah suci sebagai bagian dari rukun Islam kelima. Karena itu, laksanakan ibadah dengan khusyuk dan hindari hal-hal yang tidak bermanfaat, termasuk membuat konten di tempat-tempat ibadah. Selain tidak diperkenankan, aktivitas tersebut juga dapat dikenai sanksi tegas hingga denda oleh pihak Arab Saudi," ujar Lalu M. Amin.

Aturan di Arab Saudi: Bukan Sekadar Imbauan

Otoritas Arab Saudi memiliki regulasi ketat terkait aktivitas di kawasan suci seperti Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pengambilan gambar atau pembuatan konten tanpa izin, apalagi yang berpotensi mengganggu jemaah lain, dapat berujung pada sanksi administratif hingga denda.

Karena itu, jemaah diimbau memahami bahwa larangan tersebut bukan sekadar etika, melainkan bagian dari aturan resmi yang harus dipatuhi oleh seluruh jemaah internasional.

Peran KBIHU: Tertib Atribut dan Edukasi Jemaah

Kemenhaj NTB juga menyoroti peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) dalam menjaga ketertiban selama pelaksanaan ibadah. Penggunaan atribut berlebihan seperti spanduk di area ibadah dinilai berpotensi mengganggu konsentrasi jemaah lain.

Baca juga:
Operasional Haji NTB 2026: 1.556 Jemaah Sudah Diberangkatkan

"Kami juga mengimbau KBIHU untuk tidak menggunakan atribut berlebihan seperti spanduk di tempat ibadah karena dapat mengganggu jemaah lain. Selain itu, jemaah diharapkan tidak membawa barang secara berlebihan agar tidak menjadi beban, terutama saat perpindahan dari Madinah ke Mekkah yang berpotensi menimbulkan over bagasi," tambahnya.

Manajemen Barang: Kunci Kenyamanan Ibadah

Selain aspek spiritual, kesiapan logistik juga menjadi faktor penting dalam kelancaran ibadah haji. Membawa barang secara berlebihan tidak hanya menyulitkan mobilitas jemaah, tetapi juga berisiko menimbulkan biaya tambahan akibat over bagasi.

Perjalanan dari Madinah ke Mekkah serta rangkaian ibadah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) membutuhkan stamina dan mobilitas tinggi. Oleh karena itu, jemaah disarankan membawa barang secukupnya dan sesuai kebutuhan.

Edukasi Jemaah: Ibadah Maksimal Tanpa Distraksi

Imbauan ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi agar jemaah memahami esensi ibadah haji yang menekankan kesederhanaan, kesabaran, dan ketulusan. Mengurangi distraksi seperti penggunaan gawai secara berlebihan dapat membantu jemaah lebih fokus dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah.

Baca juga:
OGubernur NTB Lepas Jamaah Haji Kloter I 2026, Titip Doa untuk Daerah

Selain itu, menjaga adab di Tanah Suci juga mencerminkan sikap saling menghormati antarjemaah dari berbagai negara yang memiliki tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Prioritas Utama: Aman, Nyaman, dan Selamat

Di akhir pernyataannya, Kepala Kemenhaj NTB menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah selama penyelenggaraan ibadah haji.

"Laksanakan ibadah dengan nyaman dan aman, serta utamakan keselamatan. Itulah yang menjadi prioritas kami," tutupnya.

Kesimpulan

Imbauan Kemenhaj NTB ini menjadi pengingat penting bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang membutuhkan fokus penuh. Dengan mematuhi aturan, mengurangi distraksi, serta menjaga etika di Tanah Suci, jemaah diharapkan dapat meraih haji yang mabrur dan pengalaman ibadah yang maksimal.

Penulis: Hadi | lombokepo
Editor: Tim Redaksi lombokepo

Lombokepo
Lombokepo Lombokepo – Media Online Nusa Tenggara Barat

Posting Komentar

Info Redaksi: Lombokepo menerima kiriman artikel dan rilis berita kerja sama. Naskah akan dikurasi secara profesional oleh tim redaksi kami guna memenuhi standar kualitas konten digital dan kenyamanan pembaca. Hubungi redaksi untuk kemitraan publikasi.