Mengenal IHKA NTB: Asosiasi Housekeeper Hotel
Ketua BPD IHKA NTB, Ahmad Mujaddid, saat memberikan keterangan terkait program kerja penguatan kompetisi dan mutu SDM tata graha hotel, Sabtu (23/5/2026). (Foto: Arsip/Lombokepo)
MATARAM, NTB — Kesuksesan sebuah akomodasi dalam memikat hati wisatawan tidak pernah lepas dari peran krusial divisi tata graha (housekeeping). Di Nusa Tenggara Barat (NTB), eksistensi para profesional penjaga kenyamanan dan higienitas kamar hotel ini bernaung di bawah bendera Indonesian Housekeeper Association (IHKA) NTB. Sebagai organisasi profesi, IHKA NTB bergerak konsisten sebagai motor penggerak pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata yang unggul dan kompetitif.
Secara definitif, housekeeper adalah seorang profesional yang bertanggung jawab penuh atas kebersihan, kerapian, pemeliharaan, hingga estetika kenyamanan suatu ruangan atau bangunan akomodasi komersial. Lingkup pekerjaan seorang housekeeper modern sangat komprehensif, mencakup HTML empat pilar operasional utama:
- Room Attendance: Standardisasi penataan dan higienitas kamar tidur tamu.
- Public Area & Cleaning Service: Pemeliharaan kebersihan seluruh area publik dan fasilitas hotel.
- Laundry & Linen Management: Pengelolaan fasilitas pencucian, distribusi pakaian tamu, serta kain penunjang operasional hotel.
- Garden & Landscape: Penataan dan perawatan estetika luar ruangan serta area hijau properti.
Kriteria Penilaian Making Bed dan Towel Art Competition 2026 di Mataram
Sejarah Berdirinya IHKA NTB dan Estafet Kepemimpinan
Perjalanan BPD IHKA NTB dalam membangun ekosistem hospitality di Bumi Gora memiliki akar sejarah yang kuat. Organisasi profesi ini pertama kali diperkenalkan dan diinisiasi di wilayah Nusa Tenggara Barat oleh sosok tokoh senior perhotelan, Gde Ardana.
"Pak Gde Ardana merupakan founder utama yang pertama kali mengenalkan sekaligus menancapkan bendera IHKA di NTB pada tahun 2021 silam," ujar Ketua IHKA NTB, Ahmad Mujaddid, saat memberikan keterangan resmi di Kantor Sekretariat BPD IHKA NTB yang berlokasi di Lombok Garden Hotel, Jl. Bung Karno No. 7, Mataram.
Roda organisasi IHKA NTB terus berputar dinamis melalui mekanisme estafet kepemimpinan yang sehat. Berdasarkan regulasi organisasi, masa kepemimpinan Ketua BPD IHKA diatur per periode selama 3 tahun, maksimal menjabat selama dua periode berturut-turut.
Berikut adalah rekam jejak historis kepemimpinan BPD IHKA NTB sejak awal berdiri hingga kepengurusan aktif saat ini:
| No | Nama Ketua | Status / Periode Jabatan |
|---|---|---|
| 1 | Gde Ardana | Founder / Perintis IHKA NTB (2021) |
| 2 | Oka Arijasa | Ketua Demisioner |
| 3 | Eka Mayadi | Ketua Demisioner |
| 4 | Ahmad Mujaddid | Periode 2025–2028 (Memasuki Periode Ke-2) |
Guna menjalankan roda program kerja yang agresif pada masa bakti 2025–2028, susunan inti unsur pimpinan Badan Pengurus Daerah (BPD) IHKA NTB diperkuat oleh jajaran fungsionaris berikut:
- Ketua: Ahmad Mujaddid
- Sekretaris: Zulhudin
- Bendahara: Made Suta
Menjangkau Jaringan 80 Hotel dan Fokus Transformasi Kompetensi SDM
Kiprah IHKA NTB sebagai wadah penasihat tata graha kini telah mengakar kuat di berbagai destinasi pariwisata unggulan NTB. Hingga saat ini, penetrasi keanggotaan IHKA NTB telah sukses menjangkau koordinasi di 80 hotel yang tersebar luas di seluruh wilayah NTB.
Ekosistem jaringan anggotanya mencakup titik-titik vital pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari kawasan wisata bahari Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Air, Gili Meno), kawasan legendaris Senggigi di Lombok Barat, kawasan sirkuit internasional Kuta Mandalika di Lombok Tengah, klaster akomodasi di Lombok Timur, hingga jaringan perhotelan yang sedang berkembang pesat di Pulau Sumbawa.
Daftar Juara Kompetisi IHKA NTB 2026: Dua Utusan Melaju ke ASEAN
Mengandalkan basis massa profesional yang masif, IHKA NTB memfokuskan program kerjanya pada penguatan kapasitas local talent (bakat lokal). Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan up-skilling dan pelatihan khusus terstruktur yang menyasar seluruh tingkatan karir, baik untuk tingkat operasional dasar (staff level) hingga tingkatan manajerial operasional (supervisor level).
Formulasi kurikulum pembinaan berkelanjutan yang dicanangkan oleh IHKA NTB bertumpu pada dua pilar kompetensi utama:
- Pelatihan Manajemen (Management Skills): Membekali pimpinan tata graha dengan keahlian manajerial, strategi efisiensi biaya operasional hotel, kepemimpinan, dan koordinasi lintas departemen.
- Pelatihan Keterampilan (Technical Skills): Mengasah ketangkasan teknis, penguasaan alat kerja modern, aspek keselamatan kerja (K3), serta standardisasi kebersihan global.
Melalui konsistensi pergerakan ini, BPD IHKA NTB memantapkan posisinya bukan sekadar sebagai organisasi profesi tempat berkumpulnya para praktisi, mirisnya melainkan menjelma sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga kualitas serta marwah hospitality Nusa Tenggara Barat di panggung pariwisata internasional.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar