Pemprov NTB Apresiasi Dedikasi Tagana dalam Penanggulangan Bencana
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyerahkan pataka kepada anggota Tagana dalam rangkaian HUT Tagana ke-22 tingkat NTB di RTH Pagutan, Kota Mataram.
Gubernur NTB Sebut Tagana Bukti Negara Hadir Saat Masyarakat Tertimpa Musibah
MATARAM, NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam penanganan kebencanaan di daerah. Gubernur NTB Dr. H. L. Muhamad Iqbal menegaskan, kehadiran Tagana menjadi bukti nyata negara hadir saat masyarakat mengalami kesulitan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan pembekalan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana ke-22 di RTH Pagutan, Kota Mataram, Selasa (12/5/2026).
“Negara benar-benar hadir ketika masyarakat dalam kesusahan. Salah satu wujudnya adalah Taruna Siaga Bencana yang selalu berkiprah saat bencana terjadi,” ujar Gubernur.
Sebagai mantan diplomat yang pernah bertugas di berbagai wilayah konflik dan bencana, Gubernur mengaku tidak asing dengan misi kemanusiaan. Ia berbagi pengalaman saat berada di Somalia, Suriah, Gabon, Filipina Selatan, Yaman, Nepal, hingga Turki dalam berbagai tugas kemanusiaan internasional.
Menurutnya, tugas kemanusiaan merupakan panggilan nurani yang lahir dari empati terdalam manusia, bukan sekadar kewajiban organisasi ataupun harapan mendapatkan imbalan.
“Salah satu yang membuat daerah kita mampu bertahan saat bencana juga karena kontribusi para Tagana,” katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 personel Tagana dari seluruh NTB. Gubernur berharap kesiapsiagaan dan respons kebencanaan di daerah terus meningkat melalui penguatan solidaritas dan kapasitas relawan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial NTB, Masyhuri, mengatakan peringatan HUT Tagana ke-22 juga dirangkaikan dengan perekrutan Tagana Muda untuk mendukung program Kampung Siaga Bencana di Ampenan Selatan.
“500 orang ini adalah mereka yang terdata dan mendapatkan insentif dari Kementerian Sosial. Namun jumlah Tagana kita sendiri hampir ada di setiap desa tangguh bencana,” jelasnya.
Selama tiga hari, para anggota Tagana mengikuti berbagai rangkaian kegiatan HUT Tagana Indonesia yang dipadukan dengan aksi sosial kemanusiaan, apel siaga, hingga seremoni syukuran.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan Apel Siaga atau Santiaji yang ditandai penyerahan pataka, dilanjutkan silaturahmi akbar keluarga besar Tagana bersama Kementerian Sosial untuk memperkuat solidaritas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bakti sosial, aksi kemanusiaan, serta pemberian penghargaan kepada anggota Tagana berprestasi atas dedikasi mereka sebagai relawan yang siaga, cepat, dan setia mendampingi korban bencana.
Penulis: Hadi | Lombokepo
Editor: Tim Redaksi Lombokepo
Posting Komentar